GOTO dan Qoala Masuk Daftar World's Top Fintech Companies 2026
CNBC dan Statista merilis daftar 500 perusahaan fintech kelas dunia 2026. Dua perusahaan Indonesia, yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Qoala masuk ke dalam daftar tersebut.
"Para pemenang di industri fintech sekarang ditentukan oleh skala, profitabilitas, dan kematangan regulasi. Bank-bank penantang telah berevolusi menjadi operasi berlisensi penuh, perangkat lunak perusahaan telah menyebar secara horizontal untuk membantu perusahaan mapan melakukan modernisasi, dan blockchain sedang diinstitusionalisasi," kata CNBC.
Sementara itu, akal imitasi (AI) sedang membentuk kembali sistem yang memantau, memverifikasi, dan memindahkan uang. Tren ini, yang dipercepat oleh agen AI otonom, menuntut infrastruktur baru untuk menjaga perusahaan tetap aman, terkendali, dan patuh.
Menurut laporan McKinsey "The Next Age of Fintech" pasar fintech menghasilkan pendapatan sebesar US$ 650 miliar (Rp 11,68 kuadriliun) pada tahun 2025, meningkat 21% dari tahun sebelumnya. Angka tersebut jauh melampaui pertumbuhan tahunan sebesar 6% yang terlihat di pasar jasa keuangan yang lebih luas senilai US$ 15 triliun.
Pencatatan saham publik juga menunjukkan tanda-tanda awal pemulihan pada tahun 2025. McKinsey menyebut ada 31 IPO fintech terkemuka sepanjang tahun lalu. Kapitalisasi pasar kumulatif fintech yang terdaftar di bursa saham publik sekarang mencapai US$ 850 miliar (Rp 15,28 kuadriliun) — rekor tertinggi sepanjang masa.
Dengan latar belakang ini, CNBC dan Statista menobatkan 500 perusahaan fintech terbaik di dunia. Daftar tersebut mencakup perusahaan dari berbagai ukuran di delapan segmen pasar yang berbeda:
- Pembiayaan alternatif
- Aset digital
- Enterprise fintech
- Insurtech
- Neobanking
- Payments
- Regtech
- Wealth technology
Sistem Pembayaran Jadi Fondasi Fintech
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) lewat Gopay masuk sebagai salah satu perusahaan fintech terkemuka di bidang sistem pembayaran (payment) bersama 114 perusahaan lainnya.
Menurut definisi CNBC dan Statista, perusahaan fintech pembayaran menyediakan layanan pembayaran, gerbang pembayaran, dan memfasilitasi transaksi online dan offline, termasuk transfer antar-individu atau perusahaan.
"Segmen ini tetap menjadi fondasi fintech dan sekali lagi menjadi yang terbesar dalam daftar. Namun, perusahaan telah bergeser dari sekadar membangun solusi pembayaran ke pergerakan uang secara real-time lintas batas," kata CNBC dalam daftar yang dirilis Rabu (22/7).
Kompetitor GOTO di segmen ini antara lain Grab Financial Group (Singapura), Flywire (AS), CloudWalk (Brasil), Boost (Malaysia), LianLian Digitech (Cina), Kpay (Singapura), dan JazzCash (Pakistan). Tahun lalu GOTO juga masuk ke dalam daftar fintech pembayaran terkemuka versi CNBC dan Statista ini.
Qoala masuk dalam kategori perusahaan insurtech terkemuka dunia bersama 54 perusahaan lainnya. Tahun lalu, Qoala juga masuk ke dalam daftar ini. Kompetitor Qoala di kategori ini, antara lain BJAK (Malaysia), Alan (Prancis), Digit Insurance (India), Lemonade (AS), Peak3 (Singapura), dan ZhongAn Insurance (Cina).
CNBC menyebut perusahaan insurtech mengembangkan atau menghadirkan teknologi yang bertujuan untuk mendisrupsi industri asuransi. "Segmen ini telah berkembang dari merek yang berorientasi konsumen menjadi merek yang menawarkan penjaminan, klaim, alat bantu broker, asuransi terintegrasi, dan analitik risiko, yang sebagian besar kini didukung oleh AI," kata CNBC.
AS menjadi negara dengan perusahaan fintech terbanyak yang masuk ke dalam daftar ini, yakni 210 perusahaan atau 42%. Inggris berada di peringkat kedua dengan 65 perusahaan atau 13% dari total. Adapun India dan Singapura berada di posisi ketiga dan keempat. Sebanyak 27 perusahaan fintech India masuk ke dalam daftar sedangkan dari Singapura ada 25 perusahaan.