Perbandingan Harga Laptop OS Windows dan Chromebook, Disebut di Sidang Nadiem
Saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum menyebut harga laptop Chromebook lebih murah ketimbang yang berbasis sistem operasi (OS) Windows, dalam sidang terkait dugaan korupsi pengadaan perangkat digitalisasi pendidikan periode 2019 – 2022 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/1). Berikut perbandingan harganya.
Chromebook adalah perangkat yang dirancang menggunakan OS Chrome buatan Google. OS ini berbasis Linux, sistem operasi open-source yang memungkinkan pengguna untuk melihat, memodifikasi, dan mendistribusikan ulang kode sumber.
Saksi kedua dari pihak Jaksa, Hamid Muhammad, menilai penggunaan Chromebook dinilai lebih murah dibandingkan laptop berbasis OS Windows. Hamid merupakan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selama tiga bulan hingga Juni 2020.
Ia menjelaskan laptop Chromebook memungkinkan pemasangan aplikasi yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar-mengajar secara gratis. Sedangkan perangkat berbasis OS Windows mewajibkan pengguna membayar biaya setiap tahun atas penggunaan pada aplikasi yang dipasang.
"Dengan demikian, penggunaan platform Chromebook berdampak pada harga perangkat yang dibeli lebih murah," kata Hamid di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/1).
Ia pun menyampaikan, dirinya membeli Chromebook dengan spesifikasi ukuran layar 14 inci, RAM empat gigabyte (GB) dan hardisk 64 GB seharga Rp 3,29 juta di lokapasar.
Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum menunjukkan harga Chromebook yang disediakan dalam program pengadaan perangkat digitalisasi pendidikan di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Kemendikbudristek periode 2019 – 2022 mencapai Rp 7 juta per unit. Namun spesifikasi Chromebook-nya hanya 11 inci, RAM dua GB, dan hardisk 32 GB.
Kemendikbudristek memang mengeluarkan Peraturan Nomor 5 Tahun 2021 tentang petunjuk operasional dana alokasi khusus atau DAK fisik bidang pendidikan pada 10 Februari 2021. Pada Juli 2021, Kemendikbudristek menjelaskan aturan ini menjadi rujukan dasar untuk pengadaan peralatan TIK di lingkungan sekolah.
Spesifikasi minimal laptop untuk pelajar merujuk pada Permendikbud Nomor 5 Tahun 2021, sebagai berikut:
- Memori standar: 4 GB DDR4
- Monitor: 11 inci, LED
- Prosesor: Core 2, Frekuensi > 1,1 GHz, Cache 1 M
- Grafis: High Definition (HD) integrated
- Hard drive: 32 GB USB
- Port: USB 3.0
- Networking: WLAN adapter (IEEE 802.11ac/b/g/n)
- Audio: Integrated
- Daya/power: Maksimum 50 watt
- OS: Chrome OS
- Device management: Ready to activated Chrome Education upgrade
- Garansi: 1 tahun
Saat itu, Kemendikbud menjelaskan bahwa spesifikasi itu hanya rujukan. Sekolah bisa membeli laptop dengan spesifikasi lebih tinggi maupun spesifikasi sama tetapi jumlahnya lebih banyak, sepanjang tidak melebihi anggaran.
Katadata.co.id pun membandingkan harga Chromebook dengan laptop berbasis OS Windows, sebagai berikut:
| Perangkat | Ukuran Layar | Kamera | CIP / CPU | GPU | RAM | Storage | Kapasitas Baterai |
| Lenovo 300e 3015Ce Chromebook | 11.6″ HD | 720p HD | AMD A4-9120C / varian ARM / Mediatek | Integrated | 4 GB | 32 GB eMMC | 47 Wh, ~3-cell Li-ion (hingga ~10 jam) |
| Samsung Chromebook 4 | 11.6″ HD | 720p HD | Intel Celeron N4020 | Intel UHD 600 | 4 GB | 32 GB eMMC | 39 Wh, 3-cell Li-Polymer (~10–12.5 jam) |
| HP Chromebook 11 G8 EE | 11.6″ HD | 720p HD | Intel Celeron (N4020/N4120) | Intel UHD Graphics | 4–8 GB | 32–64 GB eMMC | 47.36 Wh, Li-ion polymer (2-cell) (~13–14 jam) |
| ASUS E410KA-FHD455 | 14.0″ FHD | VGA | Intel Celeron N4500 | Intel UHD Graphics | 8 GB | 512 GB SSD | 42 Wh, 3-cell Li-ion |
| HP EliteBook 745 (seri G5 / G6) | ~14.0″ FHD* | HD | AMD Ryzen Pro | Integrated Radeon Vega | 8–32 GB | 256 GB – 1 TB SSD | ±51 Wh (sering 3-cell Li-ion) varies per config |
| Dell Latitude 5410 | 14.0″ FHD | 720p HD | Intel Core i5-10310U | Intel UHD 620 | 8 GB DDR4 | 256 GB SSD | ±42–51 Wh Li-ion (business class typical) |
Sedangkan harganya sebagai berikut:
Chromebook:
- Laptop Lenovo 300e Flip Chromebook berkisar Rp 850.000 – Rp 2.250.000
- Notebook Samsung Chromebook 4 Rp 1.750.000
- HP Chromebook 11 Rp 2.750.000
Laptop Berbasis OS Windows:
- ASUS E410KA-FHD455 Rp 5.459.000
- HP Elitebook 745 Rp 3.435.000
- Dell Latitude 5410 Rp 5.700.000
Kubu Nadiem juga sebelumnya menjelaskan struktur biaya Chromebook pada saat pengadaan dilakukan, terdiri dari beberapa elemen utama yang dirancang untuk menekan pengeluaran negara.
Biaya lisensi Chrome OS gratis, karena sudah termasuk dalam harga perangkat. Sedangkan lisensi Chrome Device Management atau CDM sekali bayar atau one-time license, yakni US$ 30 per laptop.
Selain itu, tidak ada biaya langganan yang harus diperbarui setiap tahun. Chromebook juga dilengkapi berbagai aplikasi pembelajaran yang terintegrasi, secara gratis, termasuk Google Workspace dan Google Classroom, dan tanpa biaya lisensi tambahan.
Sedangkan perangkat dengan OS Windows, kata kubu Nadiem, dapat menimbulkan biaya yang lebih besar dan bersifat berulang, antara lain:
- Biaya lisensi OS per perangkat
- Device management berbasis langganan, dengan total biaya pengelolaan perangkat yang dapat mencapai US$ 200 – US$230 untuk tiga tahun
- Biaya lisensi tambahan untuk perangkat lunak pendukung pembelajaran, seperti aplikasi pengolah dokumen dan presentasi
Sementara itu, Google memastikan tidak memproduksi atau menjual Chromebook secara langsung kepada pelanggan akhir. "Kami juga tidak menentukan harga," kata perusahaan dalam blog resmi, Sabtu (10/1).
Google menjelaskan peran perusahaan secara tegas terbatas pada pengembangan dan pemberian lisensi sistem operasi atau OS Chrome dan alat pengelolaan kepada para mitra. Proses pengadaan dikelola sepenuhnya oleh produsen peralatan asli alias Original Equipment Manufacturers (OEM) yang independen dan para mitra lokal.
Perusahaan asal Amerika Serikat itu juga memastikan Chromebook memenuhi persyaratan dalam peraturan Kementerian serta panduan pengadaan lokal alias DAK Fisik dari Kementerian Pendidikan, yang merujuk adanya solusi digital yang holistik, seperti memasangkan perangkat dengan infrastruktur penunjang konektivitas seperti router dan verifikasi kelistrikan.
(REVISI: Perubahan keterangan tentang saksi, pada 24 Januari, pukul 14.47 WIB)