Asus Disebut Keluar dari Bisnis Ponsel, Diduga Imbas Kenaikan Harga Cip Memori
Asus mengonfirmasi akan menghentikan produksi model ponsel baru. Langkah ini secara efektif membekukan lini produk Zenfone dan ROG Phone, yang dikenal sebagai HP gaming.
“Asus tidak akan lagi menambahkan model ponsel baru di masa mendatang,” kata CEO Asus Jonney Shih dalam acara di Taiwan, mengklarifikasi bahwa tidak ada rencana peluncuran smartphone baru untuk 2026 dan seterusnya, dikutip dari TechRadar, Sabtu (24/1).
Katadata.co.id merangkum daftar ponsel merek ROG Phone yang pernah diluncurkan oleh Asus, di antaranya:
| Model | Tahun Rilis | Terkenal sebagai |
|---|---|---|
| ROG Phone | 2018 | HP gaming pertama ASUS |
| ROG Phone II | 2019 | Gaming monster, baterai besar |
| ROG Phone 3 | 2020 | Gaming flagship, layar 144 Hz |
| ROG Phone 5 / 5s | 2021 | Gaming premium + audio bagus |
| ROG Phone 6 / 6 Pro | 2022 | Gaming stabil, fokus performa |
| ROG Phone 7 / 7 Ultimate | 2023 | Gaming hardcore + aksesori |
| ROG Phone 8 / 8 Pro | 2024 | Gaming + desain lebih “daily use” |
Sedangkan merek Zenfone yang pernah dirilis, yakni:
| Model | Tahun Rilis | Terkenal sebagai |
|---|---|---|
| Zenfone 1–3 series | 2014–2016 | Flagship killer awal |
| Zenfone 4 | 2017 | Kamera ganda |
| Zenfone 5 / 5Z | 2018 | AI camera, flagship murah |
| Zenfone 6 | 2019 | Kamera flip unik |
| Zenfone 7 / 7 Pro | 2020 | Kamera flip + flagship |
| Zenfone 8 | 2021 | Flagship compact |
| Zenfone 9 | 2022 | HP kecil, performa flagship |
| Zenfone 10 | 2023 | Compact flagship terbaik |
| Zenfone 11 Ultra | 2024 | Flagship besar (bergeser dari compact) |
Jonney Shih menghindari untuk menyebut penghentian permanen bisnis gadget, tetapi menunjukkan penyetopan produksi ponsel tanpa batas waktu ketimbang penundaan sementara.
Asus belum menguraikan kondisi konkret apa pun yang memungkinkan pengembangan ponsel pintar dilanjutkan, sehingga masa depan divisi selulernya tetap tidak pasti.
Industri ponsel pintar telah mencapai tahap di mana peningkatan perangkat keras tahunan jarang membenarkan biaya perancangan ulang dan manufaktur yang terus-menerus. Firma riset pasar khusus teknologi Counterpoint Research memproyeksikan harga memori naik 30% pada kuartal keempat 2025 dan berpotensi naik lagi 20% pada awal tahun ini, imbas tren permintaan untuk AI.
Hal itu menandai krisis yang semakin parah, dengan kenaikan harga cip 50% sejak awal tahun. Lonjakan ini belum pernah terjadi sebelumnya, dikutip dari Red94, Rabu (10/12).
Riset International Data Corporation atau IDC menunjukkan, kekurangan pasokan cip memori global membuat biaya produksi gadget naik. Kondisi ini juga akan mengurangi produksi gawai terutama kelas bawah hingga menengah berbasis sistem operasi alias OS Android, di mana pembeli lebih sensitif terhadap harga.
Akibatnya, jumlah ponsel Android kelas bawah dan menengah diperkirakan turun pada 2026. Sedangkan harga HP rata-rata atau ASP diramal meningkat menjadi US$ 465 atau Rp 7,75 juta (kurs Rp 16.670 per US$) dibandingkan US$ 457 atau Rp 7,6 juta pada 2025.
IDC pun memprediksi pengiriman smartphone di seluruh dunia hanya tumbuh 1,5% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi 1,25 miliar tahun lalu. Sedangkan pada tahun ini, turun 0,9% yoy
| Tahun | Android + Harmony | iOS | Total Pasar |
|---|---|---|---|
| 2024 | 7,9% | -0,5% | 6,2% |
| 2025 | 0,4% | 6,1% | 1,5% |
| 2026 | 0,0% | -4,2% | -0,9% |
| 2027 | 2,4% | 5,4% | 3,0% |
Kenaikan harga perangkat telah memperlambat siklus penggantian, dan konsumen mempertahankan gawai mereka lebih lama dari sebelumnya. Bagi merek yang tidak memiliki skala dominan, hal ini menciptakan masalah profitabilitas yang berkelanjutan.
Asus beroperasi di luar pemimpin volume utama dan menghadapi persaingan ketat dari merek-merek Tiongkok yang sering merilis perangkat dengan margin keuntungan yang lebih rendah.
Dalam kondisi seperti ini, mempertahankan jadwal rilis tahunan menjadi semakin sulit.
Perangkat Zenfone berfokus pada desain yang ringkas dan harga yang terjangkau, tetapi tertinggal dari para pesaing dalam hal komitmen dukungan perangkat lunak.
Ponsel ROG ditujukan untuk audiens yang berfokus pada game dengan sistem pendinginan canggih, prosesor kelas atas, dan aksesori yang khas.
Perangkat-perangkat ini mahal, dengan harga yang melebihi ponsel unggulan pada umumnya, sementara hanya melayani basis pelanggan yang relatif kecil.
Jaminan pembaruan yang terbatas semakin mengurangi daya tariknya, terutama bagi pengguna yang mencari keandalan jangka panjang atau ponsel bisnis dengan siklus dukungan yang dapat diprediksi.
Asus melaporkan pertumbuhan pendapatan yang sebagian besar didorong oleh bisnis server AI-nya, yang telah berkembang pesat selama setahun terakhir.
Perusahaan kini berencana untuk berkonsentrasi pada perangkat AI, termasuk server, robotika, dan perangkat wearable pintar. Pergeseran ini mencerminkan perhitungan bahwa investasi berkelanjutan pada bisnis HP yang menawarkan pengembalian yang lebih lemah dibandingkan pasar infrastruktur AI yang sedang berkembang.