East Ventures Suntik Startup Manajemen Logistik McEasy Rp 22 Miliar

East Ventures
Co-Founder McEasy Hendrik Ekowaluyo (kiri) dan Co-Founder McEasy Raymond Sutjiono (kanan)
14/9/2021, 13.37 WIB

East Ventures memberikan pendanaan awal kepada startup manajemen dan pelacakan logistik McEasy US$ 1,5 juta atau sekitar Rp 22 miliar. Logistik menjadi salah saru sektor yang moncer selama pandemi Covid-19.

Partner East Ventures Melisa Irene menilai, potensi pasar logistik di Indonesia sangat besar. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mencatat, potensi pertumbuhan bisnis industri ini dari tahun ke tahun berkisar Rp 40 triliun.

Sedangkan analisis Redseer memperkirakan, industri logistik tumbuh dua kali lipat selama pandemi corona.

Selain karena potensinya besar, “McEasy berhasil memberikan solusi dan produk yang cocok dengan berbagai pemain di industri logistik Indonesia. Membantu mereka mengidentifikasi potensi pasar yang tengah berkembang saat ini hingga pasca-pandemi,” kata Melisa dalam siaran pers, hari ini (14/9).

Menurutnya, solusi manajemen dan pelacakan logistik McEasy mampu meningkatkan efisiensi hingga mencapai kepuasan pelanggan. Ini menjadi kunci utama untuk memenangkan kompetisi di industri logistik. 

McEasy pun mencatatkan peningkatan hingga 10 kali lipat pelanggan tahun ini karena pandemi corona. “Kekuatan utama McEasy terletak pada platform kami yang fleksibel menjadi solusi setiap kebutuhan pelanggan," kata Co-Founder McEasy Hendrik Ekowaluyo.

Ia mendirikan McEasy pada 2019, bersama dengan Raymond Sutjiono. Keduanya pernah bekerja di produsen mobil asal Amerika Serikat (AS) Ford.

Hendrik berpengalaman merancang struktural dan manajemen program dalam mobil. Sedangkan Raymond memiliki pengalaman mengatur tata elektronik mesin, kontrol sistem hingga handling data kendaraan.

McEasy menawarkan sejumlah solusi bagi industri logistik seperti Vehicle Smart Management System (VSMS), Transportation Management System (TMS), dan Smart Driver Apps. 

VSMS merupakan solusi digital berbasis smart tracker untuk membantu operasional logistik dan pelacakan lokasi kendaraan secara real-time. TMS adalah software as a service (SaaS) untuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan optimisasi proses pengiriman barang secara terpadu.

Lalu, Smart Driver Apps mampu mengintegrasikan fungsi pelacakan dengan perencanaan biaya operasional.

Pengguna dapat memakai solusi McEasy melalui model langganan (subscription). Saat ini, layanannya menjangkau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

"Kami berfokus menjadi katalis digitalisasi pada industri logistik dan rantai pasok di dalam negeri," kata Co-Founder McEasy Raymond Sutjiono.

McEasy berencana menggunakan dana segar dari East Ventures untuk dua tujuan utama. Pertama, memperkuat divisi penelitian dan pengembangan bisnis.

Kedua, memperluas pasar agar McEasy. Ini agar menjangkau lebih banyak perusahaan yang bergerak di industri logistik dan rantai pasok di Indonesia.

(DisclaimerEast Ventures adalah salah satu investor Katadata)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan