Grab dan OVO Pakai Teknologi untuk Awasi Program Makan Bergizi Gratis Swasta
Grab dan OVO menghadirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Swasta sebagai inisiatif tanggung jawab sosial (CSR). Perusahaan menghadirkan Command Center MBG, pusat pemantauan berbasis teknologi yang berfungsi untuk memastikan keamanan pangan dan konsistensi standar operasional.
Melalui Command Center itu, tim Grab dan OVO memantau proses penyediaan makanan secara real-time, mulai dari dapur mitra UMKM hingga makanan diterima oleh sekolah. Pendekatan ini memungkinkan potensi risiko teridentifikasi lebih dini, sekaligus mendukung respons yang cepat dan terukur.
Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy menyampaikan penggunaan teknologi menjadi krusial, karena pengawasan keamanan pangan yang hanya mengandalkan pemeriksaan manual cenderung bersifat berkala dan memiliki keterbatasan dalam menangkap dinamika operasional di lapangan.
Program MBG Swasta itu juga memanfaatkan ekosistem digital Grab dan OVO, termasuk sistem monitoring dan audit fisik. “Sebagai inisiatif CSR yang dijalankan oleh sektor swasta, tanggung jawab kami bukan hanya memastikan makanan tersalurkan, tetapi juga memastikan prosesnya aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata dia dalam keterangan pers, Selasa (10/2).
Seluruh proses dalam program MBG didukung oleh sistem digital yang terdokumentasi, mulai dari deklarasi kesiapan mitra UMKM, konfirmasi pengiriman hingga umpan balik dari pihak sekolah. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat akuntabilitas program, tetapi juga memungkinkan perbaikan berkelanjutan melalui pendampingan dan edukasi kepada mitra UMKM.
Tirza mengatrakan program Makan Bergizi Gratis sepenuhnya berasal dari dana CSR Grab dan OVO, serta dukungan berbagai mitra swasta yang bersifat non-profit. Dalam implementasinya, program MBG Swasta dijalankan melalui kolaborasi lintas-organisasi dan pemangku kepentingan.
Grab dan OVO bekerja sama dengan PP Muhammadiyah, Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU), Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB), Yayasan Benih Baik, Baja Perkasa Sentosa (Artha Graha Peduli Group), Yayasan Astra, GK Foundation, serta mitra lainnya.
Ketua Umum Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) Rizal Sutono yang menjadi salah satu mitra Grab dan OVO dalam program MBG Swasta, menilai pendekatan ini sebagai contoh praktik baik dalam pengelolaan program sosial berbasis kolaborasi.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi dalam program MBG Swasta menunjukkan bagaimana inisiatif sektor swasta dapat dijalankan secara lebih terukur dan konsisten, terutama dalam menjaga keamanan pangan bagi anak-anak.
Sejak diluncurkan pada September 2024, program MBG Swasta telah menjangkau 30 lebih sekolah, termasuk sekolah khusus, dengan 4.500 lebih penerima manfaat murid dan guru.
Program MBG Swasta juga melibatkan 20 lebih mitra UMKM dan kantin sekolah di 11 kota/kabupaten sebagai mitra utama dalam rantai pasok. Melalui pendampingan berbasis teknologi, UMKM didorong untuk menerapkan standar kebersihan dan operasional yang lebih baik, sekaligus memperkuat kapasitas usaha mereka secara berkelanjutan.