Krisis Ojol saat Ramadan: Driver Offbid Ketika Jalanan Macet, Order Melonjak

Katadata/Fauza Syahputra
Pengemudi ojek online (ojol) melintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Penulis: Rahayu Subekti
13/3/2026, 13.41 WIB

Krisis ojol menjadi perbincangan warganet beberapa hari terakhir. Istilah ini merujuk pada fenomena sulitnya mendapatkan pengemudi ojek online yang mau mengambil order pengantaran orang, barang maupun makanan, khususnya pada jam sibuk saat Ramadan.

Lita, pegawai swasta di Jakarta Utara kesulitan mendapatkan pengemudi ojol, meski harga layanan naik signifikan saat jam sibuk. "Tidak ada yang mau mengambil order. Padahal saya buru-buru untuk menuju ke kantor,” ujar dia kepada Katadata.co.id, Kamis (12/3).

Setyo Ardiansyah, mahasiswa yang berdomisili di Jakarta Barat juga kesulitan mendapatkan pengemudi ojol untuk memesan makanan atau bahkan untuk mengantarkan barang yang ia pesan di e-commerce. “Sudah sejak minggu lalu. Mau pesan makanan, tidak pernah ada yang mau ambil saat siang, sore, atau bahan malam,” katanya kepada Katadata.co.id, Kamis (12/3).

Bahkan pesanan di e-commerce dengan opsi pengantaran instan, baru ia terima tiga hari kemudian, karena toko online kesulitan mendapatkan kurir.

Asti, pekerja di Jakarta Pusat mengatakan, biasanya ia mudah mendapatkan driver ojol meski saat jam sibuk, kecuali saat hujan. “Sekarang memesan layanan ojek online sulit. Kalaupun dapat, itu lama sekali menunggunya, bisa sampai satu jam,” kata dia kepada Katadata.co.id, Rabu malam (12/3).

Tarif layanan pengantaran orang juga meningkat. Asti biasanya mendapatkan tarif Rp 15 ribu, namun belakangan ini menjadi Rp 25 ribu. Itu pun tetap sulit mendapatkan driver ojol.

Keluhan juga diutarakan sejumlah warganet di media sosial. "Jakarta sedang krisis ojol kah? Atau saya saja yang sial? Sudah beberapa minggu ini, saya memesan Gofood dan Shopee instan, tetapi susah sekali mendapatkan driver ," tulis akun @trynnaheal melalui akun media sosial Thread pada Sabtu (7/3).

Unggahan itu direspons oleh beberapa warganet lainnya yang mengeluhkan hal serupa.

Kata Driver dan Aplikator soal Krisis Ojol

Mitra pengemudi Shopee Nurwansyah menyampaikan jumlah order meningkat menjelang Lebaran. Ia menduga, hal ini yang menyebabkan konsumen kesulitan mendapatkan driver ojol maupun kurir.

“Memang sedang banyak pesanan menjelang Lebaran,” kata Nurwansyah kepada Katadata.co.id pada Rabu (11/3), ketika sedang mengantar order dengan opsi pengantaran instan yang baru diantar setelah tiga hari pemesanan.

Permintaan pesanan juga dirasakan untuk layanan pengantaran orang. “Selama Ramadan ini, order memang meningkat sekali. Pengemudi pun selektif, karena kondisi jalanan yang macet,” kata mitra pengemudi ojol Gojek, Edy kepada Katadata.co.id, Rabu malam (11/3).

Edy menjelaskan, jika ada pesanan jarak dekat sekitar 1,5 kilometer hingga tiga kilometer dengan tarif sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu, maka ia akan mempertimbangkan terlebih dahulu rute trafiknya. Jika melintas di jalan yang padat atau macet, ia tidak akan mengambil pesanan itu.

“Misalnya saya mendapatkan Rp 10 ribu untuk jarak dekat, tetapi jalanan macet. Saya bisa menghabiskan waktu, sehingga merugi. Pendapatan tidak seberapa,” ujar dia.

Selain itu, jika titik jemput jauh dari lokasinya, ia tidak akan mengambil order itu.

Hal senada disampaikan oleh mitra pengemudi ojol Grab, Suryadi. Ia mencatat permintaan layanan pengantaran orang, makanan, dan barang meningkat selama Ramadan, terutama mendekati Lebaran.

Di satu sisi, jalanan macet saat Ramadan, terutama menjelang berbuka puasa. “Mungkin selama bulan puasa ini banyak orang yang ingin pulang pada waktu yang sama. Jadi peningkatan order signifikan, ditambah dengan jalanan macet,” kata Suryadi kepada Katadata.co.id, Rabu malam (13/2).

Bahkan Ia memilih untuk tidak mengaktifkan aplikasi menjelang waktu berbuka puasa. Sebab, ia ingin beristirahat sembari menjalankan ibadah puasa, tanpa menghadapi kemacetan yang parah.

“Saya lebih memilih offbid,” ujar dia. Sebab, karena kemacetan, ia hanya bisa melayani dua atau bahkan satu penumpang dalam dua jam, dibandingkan saat hari biasa yang bisa memperoleh empat pelanggan. “Saya aktifkan kembali pada jam tujuh malam lewat.”

Suryadi mengatakan, selama Ramadan ia juga hanya mau mengambil pesanan pengantaran paket pada siang hari, karena kemacetan tidak separah sore hari.

Kata Gojek, Grab, Shopee soal Krisis Ojol

Gojek dan Grab buka suara mengenai keluhan sejumlah konsumen yang kesulitan mendapatkan pengemudi ojol yang mau mengambil order pengantaran orang, barang maupun makanan.

Head of Driver Operations Gojek Bambang Adi Wirawan mengatakan, pada periode akhir Ramadan dan menjelang libur Hari Raya Idul Fitri, ada perubahan pola pemesanan atau lonjakan permintaan pada jam-jam sibuk. “Khususnya di area bisnis di pusat Jakarta,” kata dia kepada Katadata.co.id, Kamis (12/3).

Jam sibuk, khususnya di Jakarta, dimulai lebih awal saat Ramadan dibandingkan hari-hari lainnya, yakni sejak pukul 15.30 WIB. Gojek mencatat peningkatan pemesanan mencapai puncaknya pada pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Di sisi lain, pada periode akhir Ramadan, Gojek memahami bahwa sebagian dari mitra pengemudi, khususnya yang beroperasi di kota-kota besar mulai melakukan perjalanan mudik. “Ada yang telah pulang kampung atau mudik dan memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya,” ujar Bambang.

Berdasarkan data internal Gojek pada 2025 menunjukkan, para mitra kembali beraktivitas secara bertahap pada pekan pertama hingga kedua setelah Hari Raya Idul Fitri. “Hal ini seiring dengan kembali normalnya aktivitas masyarakat usai masa libur,” ujarnya.  

Di luar hal-hal tersebut, ia menyebut faktor eksternal seperti cuaca hujan yang menyebabkan genangan di beberapa titik. Kondisi ini berakibat pada kepadatan lalu lintas turut mempengaruhi ketersediaan pengemudi.

“Dengan demikian, orderan pelanggan di periode ini seringkali membutuhkan waktu tambahan agar dapat diterima oleh mitra,” kata Bambang.

Untuk mengantisipasi hal ini, ia mengimbau pengguna agar dapat mengalokasikan waktu lebih, khususnya dalam melakukan proses pemesanan maupun perencanaan perjalanan.

Dari sisi mitra driver, Gojek akan mengimplementasikan skema tarif khusus yang berlaku di periode libur Hari Raya Idulfitri untuk meningkatkan peluang pendapatan mitra. “Terdapat pula insentif atau bonus pendapatan tambahan untuk mitra driver yang telah menyelesaikan jumlah order tertentu,” ujarnya.

Ia menilai, langkah-langkah penting itu dijalankan untuk mengapresiasi mitra pengemudi yang tetap memilih melayani masyarakat pada periode libur Hari Raya Idul Fitri. Bambang mengatakan, Gojek senantiasa berkomitmen untuk memastikan kemudahan dan kenyamanan pengguna saat menggunakan layanan serta pada saat yang sama menawarkan ekosistem yang memberikan kesempatan bagi mitra pengemudi untuk mendapatkan penghasilan yang berkelanjutan.

Director of Mobility, Food, and Logistics Grab Indonesia Tyas Widyastuti juga mengatakan, permintaan layanan pengantaran orang, barang yakni GrabExpress, maupun makanan GrabFood, meningkat signifikan.

Pada saat yang sama, ketersediaan mitra pengemudi turut dipengaruhi oleh beberapa faktor. “Ini seperti kondisi cuaca hujan ekstrem yang sempat menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan, serta kepadatan lalu lintas yang lebih tinggi dari biasanya,” kata Tyas kepada Katadata.co.id, Rabu (11/3). 

Hal itu membuat konsumen membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan driver ojol.

Tyas memastikan saat ini tim operasional Grab tengah melakukan berbagai langkah untuk menstabilkan kembali ketersediaan mitra dan menjaga kualitas layanan. Termasuk juga melalui berbagai penyesuaian operasional untuk memastikan keseimbangan antara permintaan layanan dan ketersediaan pengemudi di lapangan, khususnya di area dengan permintaan tinggi.

Grab akan terus memantau perkembangan situasi ini secara berkala dan melakukan penyesuaian operasional yang diperlukan agar layanan bagi pengguna, merchant, maupun mitra dapat kembali berjalan lebih optimal, khususnya menjelang periode Ramadan dan Idulfitri yang selalu mengalami peningkatan permintaan. 

“Kami terus berkomitmen memastikan semua layanan kami dapat digunakan secara optimal oleh pengguna dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan bagi para mitra pengemudi, merchant, serta bagi pengguna, terutama di momen jelang Idulfitri,” kata Tyas. 

Sementara itu, Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia Satrya Pinandita mengatakan saat ini terjadi peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. “Terjadi lonjakan volume pesanan di berbagai layanan on demand dan pengiriman cepat,” kata Satrya kepada Katadata.co.id, Kamis malam (18/3).

Shopee juga mengamati adanya pola serupa pada 2025. Menurutnya pada tahun lalu dalam momen Ramadan dan Idulfitri juga terjadi penurunan ketersediaan mitra pengemudi.

“Pola ini terjadi secara merata pada mitra logistik yang menyediakan layanan instant dan same day delivery di platform Shopee, dengan penurunan yang lebih terasa di wilayah Jabodetabek, sementara di wilayah luar Jabodetabek kondisinya relatif lebih stabil,” ujarnya.

Ia menambahkan, mitra logistik yang menyediakan layanan instant dan same day delivery di platform Shopee juga menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan permintaan pengantaran yang cukup tinggi. Selain itu, sebagian mitra pengemudi juga telah pulang kampung, khususnya mereka yang biasanya beroperasi di kota-kota besar.

Di sisi lain, proses penjemputan paket juga dapat menjadi lebih menantang pada periode atau hari-hari dengan curah hujan tinggi. “Ini dapat memengaruhi kondisi lalu lintas serta mobilitas mitra pengemudi di sejumlah area,” kata Satrya.

Ia memastikan Shopee terus berkoordinasi dengan para mitra logistik untuk meningkatkan pengalaman layanan bagi pengguna selama periode ini.

Sejak pekan lalu, Shopee juga telah secara proaktif menyampaikan informasi melalui aplikasi kepada pembeli dan penjual terkait potensi penyesuaian waktu layanan, sehingga pengguna dapat memantau proses pengiriman dengan lebih baik dan menyesuaikan pengiriman sesuai kebutuhan.

Satrya mengatakan Shopee akan terus bekerja sama dengan seluruh mitra logistik untuk menjaga kelancaran layanan dan memastikan pengalaman berbelanja yang nyaman bagi pengguna, khususnya menjelang Idulfitri. “Para mitra logistik juga menyampaikan bahwa mereka terus berupaya menstabilkan kembali ketersediaan mitra pengemudi serta menjaga kualitas layanan,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti