Grab Akan Akuisisi Bisnis Foodpanda Rp 10 Triliun, Siap Rambah Taiwan

Katadata/Kamila Meilina
CEO Grab, Anthony Tan, Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta pada Rabu (15/10).
Penulis: Desy Setyowati
25/3/2026, 05.22 WIB

Grab akan mengakuisisi bisnis Foodpanda di Taiwan senilai US$ 600 juta atau Rp 10,13 triliun (kurs Rp 16.888 per US$). Ini menjadi ekspansi pertama superapp itu ke luar Asia Tenggara.

Perusahaan yang berbasis di Singapura itu menandatangani kesepakatan dengan perusahaan induk Foodpanda, Delivery Hero, hanya satu tahun setelah Uber membatalkan upayanya untuk membeli platform Taiwan tersebut, dengan alasan adanya penolakan dari regulator.

Grab mengatakan proses akuisisi diharapkan selesai pada paruh kedua tahun ini, tergantung pada persetujuan regulator.

“Keahlian kami yang telah lama dalam mengelola logistik pengiriman yang kompleks untuk kota-kota padat dan ramai sangat cocok untuk kota-kota di Taiwan yang sibuk,” kata salah satu pendiri dan CEO grup Grab Anthony Tan dalam pernyataan pers, Senin (23/3).

Populasi Taiwan yang berjumlah sekitar 23 juta jiwa, disebut memiliki permintaan yang tinggi untuk layanan berbasis seluler, serupa dengan konsumen Asia Tenggara yang dilayani Grab setiap hari. "Kami melihat peluang signifikan untuk mengembangkan bisnis pengiriman makanan dan bahan kebutuhan sehari-hari di sini," katanya.

Dikutip dari Forbes, Grab juga membeli platform investasi digital Stash Financial yang berbasis di AS bulan lalu, dengan valuasi US$ 425 juta. Kesepakatan ini, yang diperkirakan selesai pada kuartal ketiga, menambah layanan perbankan digital grup tersebut di Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Perusahaan yang terdaftar di bursa New York itu akan hadir di 21 kota dengan mengakuisisi Foodpanda Taiwan, memberikan cakupan luas yang akan dikombinasikan dengan produk-produk berbasis AI Grab dan keahlian operasional yang mendalam. Bisnis Foodpanda menghasilkan nilai penjualan kotor sekitar US$ 1,8 miliar dan menguntungkan berdasarkan EBITDA yang disesuaikan pada 2025.

Grab yang memiliki lebih dari 50 juta pengguna aktif bulanan di delapan negara Asia Tenggara, telah memperluas jangkauannya setelah membukukan laba bersih US$ 200 juta pada 2025, laba tahunan pertamanya. Perusahaan juga telah meningkatkan upaya untuk meningkatkan pengembalian kepada pemegang saham, dengan mengalokasikan US$ 500 juta untuk program pembelian kembali saham alias buyback.

Perusahaan memperkirakan akuisisi foodpanda Taiwan akan meningkatkan pendapatan tahun ini menjadi US$ 4,04 miliar hingga US$ 4,10 miliar. 

Akuisisi Foodpanda juga disebut akan memperkuat proyeksi EBITDA yang disesuaikan selama tiga tahun sebesar US$ 1,5 miliar pada 2028, dengan kontribusi setidaknya US$ 60 juta dalam EBITDA tambahan yang disesuaikan pada tahun tersebut. Grab memperkirakan EBITDA yang disesuaikan tahun ini US$ 700 juta hingga US$ 720 juta.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.