Grab Luncurkan Fitur Baru yang Terhubung dengan Transportasi Umum

Grab
Peresmian terintegrasinya layanan Grab dengan MRT
Penulis: Desy Setyowati
26/3/2019, 13.10 WIB

Penyedia layanan on-demand Grab baru saja meluncurkan fitur ‘rute’ sehingga memudahkan konsumen terhubung dengan transportasi umum. President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyampaikan, fitur anyar ini mengintegrasikan berbagai opsi transportasi publik ke aplikasi.

Ridzki mengklaim, layanan perjalanan first-mile-last-mile ini pertama kalinya di Asia Tenggara. “Fitur ini menjadi alternatif dari penggunaan kendaraan pribadi,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (26/3).

(Baca: Gojek dan Grab Kaji Dampak Tarif Ojek Online yang Baru Ditetapkan)

Apalagi, data Unescap menunjukkan bahwa 70 % perjalanan harian masyarakat di DKI Jakarta menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi. Jumlah kendaraan bermotor pun meningkat sekitar 8,1 % setiap tahunnya. Tren seperti ini justru mendukung persoalan kemacetan di DKI Jakarta.

Sejalan dengan hal itu, Grab melakukan uji coba fitur ‘rute’ di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sejak sebulan lalu. Hasilnya, hampir setengah juta pengguna telah mencoba fitur ini di tiga minggu awal setelah peluncuran. “Ini bertepatan dengan peluncuran MRT di Jakarta,” kata Ridzki.

Selain MRT, fitur ‘rute’ dalam aplikasi Grab menampilkan jadwal transportasi publik terkini dari KRL Commuterline, Airport Rail Link, dan layanan bus umum Transjakarta, serta lebih dari 50 jadwal tetap bus umum lainnya di Jabodetabek.

(Baca: Grab Rekrut 90 Orang untuk Kembangkan Teknologi Titik Penjemputan)

Untuk menggunakan fitur ‘rute’ ini, pengguna hanya perlu memasukkan alamat tujuan. Lalu sistem akan memberikan beberapa rute angkutan umum yang tersedia di dekat pengguna, yang searah dengan tujuan tersebut. Informasi tersebut dilengkapi dengan waktu keberangkatan dan kedatangan terkini.

Selain itu, para pengguna akan menerima arahan untuk berjalan kaki atau rekomendasi opsi transportasi first-mile-last-mile seperti GrabBike atau GrabCar. Dengan begitu, Ridzki mengklaim layanan terintegrasi ini menghemat hingga 70% dibanding menggunakan berbagai tumpangan dengan mobil atau car hailing.

(Baca: Grab Bangun Infrastruktur Digital dan Pusat Riset di BSD City)

President Director MRT Jakarta William Sabandar menambahkan, layanan terintegrasi dari Grab ini membuat akses masyarakat ke transportasi umum menjadi lebih mudah. “Melalui integrasi jadwal transportasi secara aktual di platform Grab, kami percaya kami bisa meningkatkan jumlah pengguna kami dengan memanfaatkan basis pengguna Grab,” ujar dia.