Komdigi Imbau Gambar dan Video Buatan AI Pakai Label

Google
Contoh video yang dihasilkan oleh Google Veo 3
Penulis: Kamila Meilina
17/6/2025, 12.49 WIB

Komdigi atau Kementerian Komunikasi dan Digital mengimbau masyarakat menyematkan label AI pada konten berupa gambar maupun video yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan.

Gambar AI sekarang semakin realistis dan sulit dibedakan. Di beberapa negara sudah mulai diterapkan pelabelan konten berbasis AI, dan kami juga sedang mengkaji hal yang sama di Indonesia,” ujar Menteri Komdigi Meutya Hafid dalam konferensi pers di Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio, di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/6).

Salah satu antisipasi yang dapat dilakukan yakni mewajibkan pemberian label pada konten baik gambar maupun video AI. 

Meutya juga mengungkapkan bahwa Komdigi telah berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Motion Picture Association, terkait perlunya pelabelan konten dalam industri film yang menggunakan teknologi AI. 

Pemerintah masih mengkaji pada sektor dan konteks apa pelabelan AI wajib diterapkan.

Konsep AI labelling akan menjadi salah satu poin yang diatur dalam regulasi kecerdasan artifisial yang tengah digodok Komdigi. Ia menegaskan bahwa aspek etika, seperti penggunaan AI yang bijak, menjadi perhatian utama dalam penyusunan regulasi kecerdasan artifisial. 

Sebelum meluncurkan regulasi, Komdigi menargetkan perilisan peta jalan alias roadmap AI nasional yang akan rampung bulan ini. Dokumen ini akan menjadi dasar pengaturan berbagai aspek AI, mulai dari pengembangan industri, inovasi hingga perlindungan masyarakat melalui regulasi etik.

“Tapi yang paling awal akan kami atur adalah etikanya. Ini penting untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan keterbukaan terhadap inovasi,” jelasnya.

Viral Foto Kerusakan Pulau Raja Ampat Disebut Gambar AI 

Pemrosesan gambar oleh AI yang semakin realistis ini nampak pada unggahan baru-baru ini tentang foto viral yang menampilkan kerusakan yang disebut terjadi di Raja ampat, Papua. Netizen menduga foto tersebut merupakan hasil kecerdasan buatan alias AI. 

Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Bahlil Lahadalia telah merespons dengan meminta agar masyarakat bijak dalam kondisi terkini Pulau Piaynemo dan Pulau Gag di Raja Ampat yang dituding tercemar berdasarkan sejumlah unggahan dari media sosial.

Sambil memperlihatkan foto-foto dengan kerusakan dan gundulnya hutan yang dilabeli tulisan ‘hoaks’ merah, Bahlil menjelaskan bahwa Piaynemo sebagai pusat pariwisata di Kepulauan Raja Ampat dituding mengalami kerusakan lingkungan. Ia pun meminta masyarakat menyikapi berbagai informasi secara berhati-hati.

Akun X @PatubMbel mengunggah beberapa gambar yang disebut menunjukkan kerusakan akibat tambang nikel di Raja Ampat, pada Jumat (6/6). Gambar-gambar ini memperoleh lebih dari 41 ribu likes dan 12 ribu retweet per Jumat (13/6). 

Namun, sejumlah warganet lain, termasuk akun @niwseir, menduga gambar tersebut merupakan hasil rekayasa AI. 

“Hati-hati mengunggah gambar dalam mengkritik tambang nikel di Raja Ampat. Jangan sampai menyebarkan gambar palsu. Selain jelek, ada risiko UU ITE,” tulisnya dalam media sosial X, Jumat (6/6). 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina