Dari Silika ke Cip: Strategi RI Bangun Ekosistem Semikonduktor Berdaya Saing

Vecteezy.com/Siraphol Siricharattakul
Ilustrasi cip, semikonduktor
Penulis: Rahayu Subekti
23/2/2026, 10.23 WIB

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria merampungkan serangkaian gelaran AI Impact Summit 2026 di New Delhi, India pada 18-20 Februari 2026 dengan membawa misi besar. Indonesia ingin memperkuat posisinya dalam rantai pasok digital global melalui pengembangan industri semikonduktor dan kecerdasan artifisial (AI).

Dalam forum internasional tersebut, Indonesia mendorong kolaborasi global terutama di sektor semikonduktor yang kini menjadi tulang punggung industri teknologi dunia. Indonesia dinilai memiliki modal strategis berupa cadangan mineral kritis melimpah, termasuk pasir silika yang merupakan bahan utama dalam produksi wafer silikon dan chipset.

Hilirisasi Silika Jadi Kunci

Dalam pertemuan bilateral dengan pimpinan industri India seperti Tata Group dan Netweb Technologies, Nezar menjajaki potensi kerja sama pengembangan manufaktur semikonduktor dan infrastruktur AI. Ia mengatakan Indonesia memiliki cadangan mineral kritis yang melimpah, seperti pasir silika yang merupakan komponen esensial dalam produksi chipset dan semikonduktor.

Komitmen Indonesia terhadap hilirisasi mineral ini menjadi fokus utama diskusi. "Pasir silika yang tersedia melimpah di tanah air merupakan potensi besar yang harus kita transformasikan menjadi produk bernilai tambah tinggi,” kata Nezar dalam pernyataan resmi, dikutip Senin (23/2).

Karena itu, kerja sama Indonesia dengan para pemimpin industri global merupakan langkah strategis yang krusial. Khususnya, untuk membangun ekosistem semikonduktor nasional yang tangguh dan berdaya saing.

Tata Electronics, yang merupakan bagian dari Tata Group, saat ini tengah membangun fasilitas perakitan dan pengujian semikonduktor pertama di India. Adapun Netweb Technologies dikenal atas inovasinya dalam pengembangan server berbasis AI. Kolaborasi dengan kedua perusahaan ini diharapkan membuka peluang transfer teknologi sekaligus penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia di bidang manufaktur teknologi tinggi.

Talenta RI Unjuk Gigi

Di sela agenda konferensi tingkat tinggi itu, Nezar juga bertemu dan memberikan apresiasi kepada delegasi pelajar Indonesia yang meraih penghargaan dalam Intel Global Competition Award. Para inovator muda tersebut menghadirkan solusi berbasis AI untuk menjawab tantangan di sektor pertanian dan kesehatan.

Dua proyek yang mendapatkan sorotan adalah:

1. Agrify

Sebuah platform web berbasis AI yang dikembangkan oleh Muh. Salman A Farisi dan Muh. Sultan Narulloh Telaumbanua. Platform ini memanfaatkan teknologi computer vision melalui fitur Plant Doctor untuk mendiagnosis penyakit tanaman secara instan dan menyediakan Smart Farming Schedule yang mengoptimalkan jadwal bertani berdasarkan analisis cuaca dan pasar, dengan tujuan akhir meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kecil.

2. SITANGGAP Rapid Stroke Symptom Capture System

Proyek ini bertujuan untuk mempercepat respons publik terhadap gejala stroke dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) Nomor 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik) serta Nomor 10 (Mengurangi Ketimpangan).

Menurut Nezar, capaian tersebut menjadi bukti bahwa talenta digital Indonesia memiliki daya saing global. Ia mengatakan pemerintah akan terus memperkuat ekosistem inovasi agar karya anak bangsa dapat berkembang dan memberi dampak luas bagi masyarakat.

Perkuat Jejaring dengan Raksasa Teknologi

Selama berlangsungnya AI Impact Summit, Nezar juga mengunjungi pameran dan berdiskusi dengan jajaran perusahaan teknologi global terkemuka, termasuk Qualcomm, Intel, Salesforce, dan Meta. Diskusi tersebut mencakup berbagai topik, mulai dari perkembangan terkini dalam teknologi AI, potensi pemanfaatan AI untuk peningkatan pelayanan publik, hingga pembangunan infrastruktur digital yang adaptif dan berkelanjutan di masa depan.

Rangkaian kunjungan ini menegaskan langkah strategis Indonesia dalam merespons dinamika teknologi global. Dari hilirisasi silika hingga penguatan kolaborasi internasional, pemerintah berupaya memastikan Indonesia tak sekadar menjadi pasar, melainkan pemain aktif dalam industri semikonduktor dan ekonomi digital dunia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti