Chatbot kecerdasan buatan (AI) Claude milik Anthropic mengalami gangguan layanan pada Selasa (3/3).  Perusahaan mengatakan layanan berangsur pulih, namun pantauan Katadata.co.id menunjukkan platform ini belum bisa diakses.

Gangguan itu terjadi ketika platform AI mencetak rekor penggunaan baru, sebagian didorong oleh meningkatnya minat publik menyusul perselisihan tingkat tinggi dengan Departemen Pertahanan AS.

Para engineer Anthropic mengidentifikasi penyebab gangguan karena lonjakan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perusahaan pun menerapkan perbaikan untuk menstabilkan layanan.

Perusahaan sedang berupaya memperkuat infrastruktur setelah pendaftaran harian mencapai rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir, menurut pembaruan internal, dikutip dari Anadolu, Selasa (3/3).

Lonjakan jumlah pengguna terjadi di tengah kebuntuan politik antara Anthropic dan Pentagon mengenai bagaimana model AI ini digunakan dalam konteks militer.

Perselisihan sengit ini dipicu oleh penggunaan Claude milik Anthropic oleh militer AS dalam serangan untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, pada Januari.

Anthropic keberatan, dengan merujuk pada ketentuan penggunaannya yang tidak mengizinkan Claude digunakan untuk tujuan kekerasan, pengembangan senjata, atau pengawasan. Sejak saat itu, hubungan antara Trump, Pentagon, dan Anthropic terus memburuk.

Pada Jumat (27/2) atau hanya beberapa jam sebelum serangan Iran dimulai, Trump memerintahkan semua lembaga federal untuk segera berhenti menggunakan Claude. Dia juga mengecam Anthropic di media sosial miliknya Truth Social.

“Anthropic merupakan perusahaan AI sayap kiri radikal yang dijalankan oleh orang-orang yang tidak tahu apa itu dunia nyata,” kata Trump melalui Truth Social, dikutip dari The Guardian, Selasa (3/3).

Dalam unggahan panjang di X pada Jumat (27/2), Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, menuduh Anthropic sombong dan berkhianat. “Para prajurit Amerika tidak akan pernah disandera oleh keinginan ideologis perusahaan teknologi besar,” kata dia.

Hegseth menuntut akses penuh dan tanpa batasan ke semua model AI Anthropic untuk setiap tujuan yang sah.

Namun, menteri pertahanan juga menyinggung kesulitan dalam melepaskan sistem militer dari alat AI dengan cepat, mengingat betapa luasnya penggunaan alat tersebut. Ia mengatakan bahwa Anthropic akan terus menyediakan layanan selama enam bulan.

“Ini (masih memakai Claude Anthropic) supaya memungkinkan transisi yang lancar ke layanan yang lebih baik dan lebih patriotik,” kata Pete Hegseth.

Sejak putusnya hubungan dengan Anthropic, perusahaan saingan OpenAI telah mengambil alih peran tersebut. CEO OpenAI Sam Altman mengatakan bahwa ia telah mencapai kesepakatan dengan Pentagon untuk penggunaan perangkat lunak perusahaan, termasuk ChatGPT, dalam jaringan rahasia mereka.

Terlepas dari penolakan pemerintah, minat publik terhadap Claude melonjak tajam. Chatbot tersebut naik ke posisi pertama di tangga aplikasi gratis App Store Apple AS pada Sabtu (1/3) malam dan tetap berada di dekat puncak hingga hari ini (3/3), mengalahkan pesaing yang telah lama mendominasi seperti ChatGPT.

Para eksekutif Anthropic menyambut baik lonjakan tersebut tetapi memperingatkan bahwa pertumbuhan jangka panjang akan bergantung pada penyelesaian kendala infrastruktur dan memperjelas peran perusahaan di pasar perusahaan dan pemerintah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.