ChatGPT Diboikot 4 Juta Orang, OpenAI Ditaksir Rugi Rp 238 Triliun
Sebanyak empat juta lebih orang bergabung dalam aksi boikot ChatGPT lewat laman QuitGPT per Senin (9/3) pukul 08.11 WIB. Sementara OpenAI memperkirakan pada akhir 2025, bahwa perusahaan akan merugi US$ 14 miliar atau Rp 238 triliun (kurs Rp 16.985 per US$) tahun ini, bahkan sebelum menghitung dampak boikot.
Aksi boikot ChatGPT bermula ketika OpenAI setuju untuk bekerja sama dengan Departemen Perang Amerika Serikat atau Pentagon. Instansi ini sebelumnya memutus kontrak dengan Anthropic, dan memasukkan perusahaan AI ke daftar ‘risiko rantai pasok’ istilah yang biasanya digunakan terhadap perusahaan asing yang dianggap berpotensi membahayakan keamanan nasional seperti Huawei.
Anthropic dikecam Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pentagon, karena menyatakan keberatan model AI-nya Claude dipakai untuk pengawasan massal penduduk dan senjata otonom.
Pemeran Hulk di Marvel Cinematic Universe, Mark Ruffalo dan penyanyi Katy Perry ikut memboikot ChatGPT.
Selain karena menyetujui kerja sama dengan Pentagon, OpenAI disorot sejak awal tahun karena salah satu petinggi yakni Greg Brockman menyumbangkan US$ 25 juta kepada Make America Great Again Inc atau Maga Inc.., super PAC atau Political Action Committee AS yang didirikan pada September 2022 untuk mendukung Donald Trump dan kandidat Partai Republik yang bersekutu dengannya. Ini menjadikan Brockman penyumbang terbesar Trump ada siklus pemilihan terakhir.
Brockman mengatakan bahwa sumbangan itu untuk melayani misi OpenAI dalam memberi manfaat bagi umat manusia, sebagaimana dikutip dari The Guardian, akhir pekan lalu (7/3).
Situasi semakin memburuk pekan lalu, ketika pemerintahan Trump menuntut agar perusahaan AI memberikan akses tanpa batas kepada Pentagon terhadap teknologi mereka, termasuk untuk pengawasan massal dan senjata otonom. Anthropic , perusahaan di balik Claude, menolak hal ini, sementara OpenAI setuju untuk bekerja sama.
OpenAI Proyeksi Rugi Rp 238 Triliun
Dokumen internal OpenAI pada akhir 2025 yang dilihat oleh The Information menunjukkan, bahwa perusahaan memperkirakan kerugian US$ 14 miliar pada 2026. Kerugiannya diperkirakan mencapai US$ 44 miliar sampai 2028.
Perkiraan kerugian US$ 14 miliar pada 2026 menunjukkan peningkatan defisit tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Dokumen itu menunjukkan OpenAI memproyeksikan akan untung US$ 14 miliar pada 2029.
Laporan itu juga mengungkapkan bahwa OpenAI berencana menghabiskan dana US$ 200 miliar hingga akhir dekade ini. Sebanyak 60% hingga 80% di antaranya akan dihabiskan untuk melatih dan menjalankan model AI.