Spesifikasi Rudal Brahmos, Senjata Supersonik India yang Akan Dibeli Indonesia
Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Romeo Saturnino Brawner Jr menyebut Indonesia akan membeli rudal supersonic Brahmos dari India. Berikut spesifikasi rudal Brahmos.
“Filipina adalah negara pertama di Asia Tenggara yang membeli sistem rudal BrahMos. Sekarang Indonesia telah membeli sistem yang sama,” kata Brawner kepada kantor berita Asian News International.
Filipina sebelumnya menandatangani kontrak pembelian Brahmos pada 2022 dengan nilai sekitar US$ 375 juta atau setara Rp 6,33 triliun (kurs Rp 16.879 per dolar AS).
Sistem rudal ini dirancang untuk memperkuat pertahanan pantai dan kemampuan serangan presisi jarak jauh.
Brawner mengungkapkan negaranya puas dengan performa sistem tersebut dan berharap dapat memperluas kerja sama militer dengan India di masa depan.
“Saya dapat mengatakan bahwa kami senang dengan pembelian kami, dan mudah-mudahan kami dapat melakukan lebih banyak bisnis dengan India,” ujar Brawner.
Meski begitu, hingga kini hingga kini pemerintah India belum secara resmi mengumumkan kesepakatan penjualan rudal tersebut kepada Indonesia.
Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Rico Ricardo Sirait mengatakan Indonesia sudah menandatangani perjanjian dengan India untuk membeli sistem rudal Brahmos, dikutip dari Times of India, Rabu (11/3).
Kesepakatan itu akan menempatkan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara kedua yang mengakuisisi sistem senjata tersebut setelah Filipina, sekaligus memperkuat posisi Jakarta dalam menjaga keamanan wilayah maritimnya.
Menurut laporan, nilai kesepakatan Indonesia dengan India itu diperkirakan sekitar US$ 450 juta atau setara Rp 7,6 triliun.
“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memodernisasi persenjataan kami, terutama dalam memperkuat pertahanan pantai kami," kata Rico.
Menurut Rico, pengadaan ini semakin memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan India di bidang pertahanan. Sistem baru ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pencegahan dalam menjaga kedaulatan nasional.
Selain Indonesia dan Filipina, sejumlah negara lain juga tengah menjajaki pembelian sistem ini. Vietnam dilaporkan hampir menyelesaikan kesepakatan besar senilai sekitar 700 juta dolar AS untuk memperkuat pertahanan maritimnya. Sementara Malaysia disebut tertarik pada varian BrahMos yang dapat diluncurkan dari udara untuk melengkapi jet tempur Sukhoi Su-30MKM miliknya.
Beberapa negara lain seperti Thailand, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, hingga Mesir juga dilaporkan menunjukkan minat terhadap rudal tersebut.
Spesifikasi Rudal Brahmos
Brahmos merupakan rudal jelajah supersonik yang dikenal sebagai salah satu yang tercepat di dunia. Rudal ini mampu melesat dengan kecepatan antara Mach 2,8 hingga Mach 3, atau sekitar 1 kilometer per detik.
Kecepatan tinggi tersebut dipertahankan sepanjang lintasan penerbangan, sehingga memungkinkan serangan yang sangat cepat dan sulit dicegat oleh sistem pertahanan lawan.
Selain cepat, Brahmos dirancang untuk terbang pada ketinggian rendah dengan tingkat presisi tinggi. Karakteristik ini membuatnya efektif untuk menyerang target strategis seperti kapal perang, pangkalan militer, maupun infrastruktur penting milik musuh.
Dari sisi operasional, Brahmos juga dikenal sebagai sistem rudal multi-platform. Artinya, rudal ini dapat diluncurkan dari berbagai jenis platform, mulai dari peluncur berbasis darat, kapal perang di laut, kapal selam, hingga pesawat tempur di udara.
Kemampuan tempur Brahmos juga sempat ditunjukkan dalam operasi militer India yang dikenal sebagai Operasi Sindoor. Dalam konflik singkat selama empat hari dengan Pakistan, India menggunakan rudal jelajah ini untuk menghantam pangkalan udara serta sejumlah infrastruktur militer penting.
Keberhasilan penggunaan Brahmos dalam operasi tersebut membuat Kementerian Pertahanan India memutuskan untuk memesan tambahan sistem rudal ini. Rudal tersebut rencananya akan ditempatkan pada kapal perang Angkatan Laut India serta digunakan oleh Angkatan Udara India untuk memperkuat kemampuan serangan presisi jarak jauh India.