Spesifikasi Rudal Sejjil Iran yang Serang Israel, Jangkauan hingga 2 Ribu Km
Serangan Iran ke Israel membuat konflik kedua negara tersebut semakin memanas. Ini menandai untuk pertama kalinya Iran menggunakan rudal balistik jarak menengah Sejjil 2 dalam konflik dengan Israel.
Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa serangan yang dilakukan pada Minggu (15/3) itu merupakan serangan balasan ke-54 terhadap Israel sekaligus sejak konflik pecah.
Dalam rekaman yang dirilis IRGC, rudal tersebut terlihat diluncurkan dari peluncur bergerak dan melesat cepat ke langit dalam kobaran api.
Selain Sejjil-2, Iran juga mengklaim meluncurkan sejumlah rudal lain seperti Khorramshahr missile, Khaybar Shekan missile, Qadr missile, dan Emad missile. IRGC menyebut target serangan mencakup pusat pengambilan keputusan yang berkaitan dengan operasi udara Israel, infrastruktur industri militer, serta konsentrasi pasukan.
Laporan awal menyebutkan beberapa wilayah di Israel tengah dan Tel Aviv mengalami kerusakan akibat serangan tersebut. Menurut laporan AP News, dilaporkan terjadi 23 kebakaran kecil di Tel Aviv. Sementara di Israel tengah puing-puing rudal menghantam sebuah bangunan tempat tinggal yang digunakan oleh seorang konsul Amerika Serikat dan melukai dua orang.
The Chosun Daily melaporkan Sejjil-2 dikenal sebagai salah satu rudal paling canggih milik Iran. Rudal balistik jarak menengah atau MRBM ini menggunakan bahan bakar padat yang membuat waktu persiapan peluncurannya jauh lebih singkat dibanding rudal berbahan bakar cair.
Sistem ini juga memungkinkan peluncuran dari peluncur bergerak, sehingga lebih sulit dideteksi atau dihancurkan sebelum diluncurkan.
Rudal ini memiliki jangkauan sekitar dua ribu kilometer. Jarak ini cukup untuk menjangkau sebagian besar wilayah Timur Tengah, termasuk berbagai target strategis di Israel.
Sejjil-2 dapat membawa hulu ledak hingga 700 kilogram pada jarak maksimum atau bahkan mencapai 1.500 kilogram untuk jarak yang lebih pendek. Karakteristik ini menjadikannya efektif untuk menghantam fasilitas militer yang diperkuat maupun infrastruktur penting.
Media televisi berbahasa Inggris milik pemerintah Iran, Press TV, menyebut kemampuan membawa hulu ledak besar sebagai salah satu keunggulan utama Sejjil-2. Selain itu, rudal ini dilaporkan memiliki teknologi multiple independently targetable re-entry vehicle atau MIRV yang memungkinkan satu rudal menyerang beberapa target berbeda secara bersamaan.
The Sunday Guardian melaporkan, senjata ini menarik perhatian dunia militer karena kemampuannya bermanuver di udara hingga dijuluki sebagai ‘dancing missile’.
Selain jangkauannya yang jauh, salah satu kemampuan paling menonjol dari rudal ini adalah kemampuannya bermanuver saat berada di lintasan penerbangan. Berbeda dengan rudal balistik tradisional yang biasanya mengikuti jalur parabola yang relatif mudah diprediksi, Sejjil dilaporkan dapat mengubah arah selama penerbangan.
Program pengembangan Sejjil sendiri pertama kali diperkenalkan ke publik pada 2008, ketika Iran melakukan uji coba awal rudal tersebut. Dalam uji tersebut, rudal dilaporkan mampu menempuh jarak sekitar 800 kilometer. Pengujian lanjutan pada 2009 menunjukkan peningkatan performa, menandakan perkembangan teknologi rudal Iran yang semakin matang.