Raksasa teknologi yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK imbas besarnya investasi di kecerdasan buatan alias AI terus bertambah. Yang terbaru, Oracle.
Oracle mulai mengumumkan adanya PHK pada Selasa (31/2) menurut laporan Business Insider, seiring komitmen modal besar untuk membangun infrastruktur AI. Namun perusahaan belum mengonfirmasi kabar ini, maupun jumlah karyawan yang di-PHK.
Perusahaan menghadapi tekanan dari investor tentang besaran utang yang dikumpulkan untuk investasi AI, sementara arus kas menipis. Oracle yang mempekerjakan 162 ribu orang per Mei 2025 menolak berkomentar. Harga sahamnya turun 25% tahun ini, lebih rendah daripada semua perusahaan teknologi raksasa.
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan telah meningkatkan pengeluaran modal untuk pembangunan infrastruktur pusat data yang mampu menangani beban kerja AI. Pada Januari 2026, Oracle mengumumkan rencana untuk mengumpulkan dana US$ 50 miliar atau Rp 849,95 triliun (kurs Rp 16.999 per dolar AS) melalui utang dan ekuitas.
Pada tahun ini, para eksekutif Oracle mengatakan tidak ada lagi rencana untuk meningkatkan utang.
Analis TD Cowen mengungkapkan pemangkasan 20 ribu hingga 30 ribu karyawan dapat menghasilkan peningkatan arus kas bebas US$ 8 miliar hingga US$ 10 miliar atau Rp 135,9 triliun hingga Rp 160,9 triliun.
Para eksekutif Oracle mengatakan investasi AI mereka akan membuahkan hasil seiring waktu. “Permintaan akan infrastruktur AI, baik GPU maupun CPU, terus melebihi pasokan. Hal ini terlihat langsung dalam kewajiban kinerja kami yang tersisa sebesar US$ 553 miliar (Rp 9,4 kuadriliun).” kata Magouyrk dalam konferensi pendapatan awal bulan ini.
Gelombang PHK tidak hanya dirasakan Oracle. Sebelumnya sejumlah raksasa teknologi juga sudah melakukan PHK pada tahun ini karena investasi AI.
Amazon
Amazon melakukan PHK terhadap sedikitnya 100 pegawai di unit robotika, setelah sebelumnya memecat 16 ribu karyawan.
Raksasa e-commerce itu mengonfirmasi bahwa PHK terjadi pada karyawan di seluruh unit robotika yang bertanggung jawab merancang robot serta alat otomatisasi untuk operasional gudang.
“Kami secara teratur meninjau organisasi kami untuk memastikan tim kami siap berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi pelanggan kami," kata Amazon dalam pernyataan pers, dikutip dari Reuters, pada awal Maret (4/3).
Amazon melakukan PHK terhadap sekitar 16 ribu pekerja pada Januari. Saat itu, perusahaan juga telah memberi sinyal bahwa langkah efisiensi kemungkinan masih akan berlanjut.
Secara keseluruhan, Amazon telah melakukan serangkaian PHK dalam beberapa waktu terakhir, dimulai pada Oktober 2026, perusahaan memangkas sekitar 14 ribu karyawan. Hingga kini, total pengurangan pekerja perusahaan diperkirakan mencapai sekitar 30 ribu orang.
Meta
Meta tengah mempertimbangkan PHK besar-besaran yang bisa berdampak pada sekitar 20% karyawan, seiring melonjaknya biaya pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI.
Berdasarkan tiga sumber Reuters yang mengetahui kabar tersebut, manajemen Meta sudah memberi sinyal kepada sejumlah pimpinan senior untuk mulai merancang skenario pengurangan tenaga kerja.
Akhirnya menjelang akhir Maret 2026, Meta Platforms membuat langkah besar dengan memangkas ratusan karyawan. Pemangkasan itu berlangsung di lintas divisi, mulai dari Facebook hingga unit bisnis virtual reality yaitu Reality Labs.
Hal itu diketahui berdasarkan keterangan sumber yang menyebutkan PHK dilakukan pada pekan lalu.
Kendati demikian, Meta tidak sepenuhnya menutup pintu bagi karyawan terdampak. Beberapa di antaranya ditawari peran baru, meski dalam sejumlah kasus memerlukan relokasi.
“Tim di seluruh Meta secara teratur melakukan restrukturisasi atau menerapkan perubahan untuk memastikan mereka berada dalam posisi terbaik untuk mencapai tujuan mereka. Jika memungkinkan, kami mencari peluang lain bagi karyawan yang posisinya mungkin terdampak,” kata juru bicara Meta dalam pernyataan dikutip CNBC Internasional pada pekan lalu (25/3)
Sebelumnya, Meta juga memangkas seribu pekerjaan di unit VR seperti Quest uan menandakan perubahan prioritas yang cukup drastis. Perusahaan menyebut langkah itu sebagai bagian dari penyesuaian agar tim lebih selaras dengan target strategis ke depan.
Microsoft
Microsoft melakukan PHK terhadap 9.000 karyawan pada 9 Juli 2025, atau 4% dari total 228 ribu pekerja. Perusahaan telah memecat total 15 ribu pegawai sejak awal 2025.
Dikutip dari BBC, pegawai yang terkena dampak PHK yakni divisi gim Xbox, dan staf di seluruh studio milik Microsoft, termasuk pembuat Forza Motorsport Turn 10 dan pengembang Elder Scrolls Online ZeniMax Online Studios.
Di media sosial dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah karyawan Microsoft merasa patah semangat mengenai pemangkasan anggaran yang dilakukan perusahaan dan berfokus ke AI.
“Saya senang bekerja untuk perusahaan ini, dan masih melakukannya, tetapi hal ini telah merusak loyalitas saya karena menunjukkan bahwa nilai-nilai yang dianut Microsoft tidak berlaku untuk keputusan bisnis di tingkat makro,” tulis seseorang yang mencantumkan dirinya sebagai direktur Microsoft di LinkedIn minggu lalu, dikutip dari CNBC Internasional, tahun lalu (26/7/2025).