Apple Inc berupaya menjaga keamanan pengguna dengan merilis pembaruan penting untuk perangkat lama. Mengutip TechCrunch, Rabu (1/4), raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini meluncurkan iOS 18.7.7 dan iPadOS 18.7.7 untuk menutup celah berbahaya yang dimanfaatkan oleh alat peretasan canggih bernama DarkSword.

Serangan DarkSword tergolong berbahaya karena bisa membobol perangkat hanya lewat kunjungan ke situs web yang telah disusupi kode berbahaya. Tanpa disadari, pengguna bisa kehilangan data sensitif seperti pesan pribadi, riwayat browsing, lokasi, hingga aset kripto yang kemudian dikirim ke server milik peretas.

Ancaman ini sebelumnya terdeteksi menargetkan sejumlah pengguna di berbagai negara, termasuk Cina, Malaysia, Turki, Arab Saudi, dan Ukraina. Namun setelah alat tersebut bocor ke publik, para peneliti keamanan memperingatkan bahwa risikonya kini meluas, siapa pun yang masih menggunakan sistem lama berpotensi menjadi target.

Apple menjelaskan bahwa perangkat dengan sistem terbaru yakni iOS 26, sebenarnya sudah lebih dulu terlindungi dari serangan ini. Namun, tidak semua pengguna langsung melakukan pembaruan, sebagian memilih bertahan di versi lama karena alasan kenyamanan, termasuk keluhan terhadap perubahan tampilan antarmuka baru.

Karena itu, pembaruan terbaru ini menjadi langkah penting untuk menjangkau jutaan pengguna yang masih menggunakan iOS 18. Dengan update ini, perangkat lama tetap mendapatkan perlindungan maksimal tanpa harus beralih ke sistem terbaru.

Selain itu, Apple juga menegaskan bahwa fitur keamanan tambahan mereka yaitu Lockdown Mode mampu memberikan perlindungan ekstra terhadap serangan seperti DarkSword. Bahkan, perusahaan mengklaim belum menemukan kasus spyware pemerintah yang berhasil menembus perangkat yang mengaktifkan fitur tersebut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti