Astronot Artemis II Akan Lampaui Jarak Apollo 13 dalam Penerbangan Lintas Bulan
Jarak tempuh empat astronot Artemis II akan melampaui Apollo 13 pada 1970. Perjalanan kali ini juga menjanjikan pemandangan sisi jauh bulan yang terlalu gelap
Diluncurkan pekan lalu dalam perjalanan pertama umat manusia ke bulan dalam 50 tahun lebih. Ada empat awak yang dikirim, yakni tiga astronot dan satu warga Kanada.
Mereka di antaranya Reid Wiseman (50 tahun), pilot Victor Glover (49 tahun), dan spesialis misi Christina Koch (47 tahun) merupakan veteran ekspedisi sains di orbit Bumi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Warga Kanada yang berpartisipasi yakni Jeremy Hansen (50 tahun), mantan pilot tempur.
Keempat astronot itu mengejar jangkauan maksimum Apollo 13 dari Bumi. Itu akan menjadikan mereka utusan terjauh dari Bumi saat mereka mengorbit bulan tanpa berhenti pada Senin dan kemudian segera kembali ke rumah.
Astronot Apollo 13 yakni James Lovell, Fred Haise, dan Jack Swigert mencapai jarak maksimum 400.171 kilometer dari Bumi, sebelum melakukan putar balik yang menyelamatkan nyawa mereka di Apollo 13.
Para astronot Apollo 13 gagal mendarat di bulan ketika salah satu tangki oksigen mereka pecah dalam perjalanan ke sana pada 1970.
Dengan tiga nyawa dalam bahaya, Pusat Pengendalian Misi mengubah arah ke lintasan 'pulang pergi' bulan untuk membawa mereka pulang secepat dan seefisien mungkin. Rute ini bergantung pada gravitasi Bumi dan bulan, serta bahan bakar minimal. Strategi itu berhasil untuk Apollo 13.
Para astronot Artemis II mengikuti jalur berbentuk angka delapan yang sama, karena mereka tidak mengorbit bulan maupun mendarat di sana. Namun, jarak mereka dari Bumi diperkirakan melebihi jarak Apollo 13 hampir 3.400 mil (5.400 kilometer).
"Ini adalah tonggak penting yang dapat dipahami dan dicerna oleh orang-orang," kata Christina Koch dari Artemis II dikutip dari Business Standard, Senin (6/4).
Penerbangan lintas bulan para astronot Artemis II selama kurang lebih enam jam menjanjikan pemandangan sisi jauh bulan yang terlalu gelap atau terlalu sulit untuk dilihat oleh 24 astronot Apollo. Gerhana matahari total juga menanti mereka saat bulan menghalangi matahari, memperlihatkan sebagian kecil korona yang berkilauan.
"Kita akan mengamati bulan, memetakannya, dan kemudian terus kembali dengan kekuatan penuh," kata Direktur Penerbangan Judd Frieling. Tujuannya adalah pangkalan di bulan yang dilengkapi dengan wahana pendarat, kendaraan penjelajah, drone, dan habitat.
Para astronot Artemis II bergantian untuk mendapatkan pemandangan bulan yang terbaik.
Selama penerbangan lintas, para astronot akan berpasangan dan bergiliran mengambil gambar pemandangan bulan dari jendela mereka dengan kamera. Pada jarak terdekat, mereka akan berada dalam jarak 6.400 kilometer dari bulan.
Karena diluncurkan pada 1 April, mereka tidak akan melihat sisi jauh bulan yang diterangi sebanyak pada tanggal lain. "Namun, kru tetap akan dapat melihat bagian-bagian tertentu dari sisi jauh yang belum pernah dilihat oleh manusia," kata ahli geologi NASAnKelsey Young, termasuk sebagian besar Cekungan Orientale.