Harga Langganan Netflix, YouTube, Prime Video Naik, Ini Daftarnya
Sejumlah platform streaming video di Amerika Serikat (AS) mulai menaikkan harga berlangganan. Netflix mulai mengerek biaya berlangganan sejak awal tahun.
Paket berlangganan Netflix di AS ada tiga jenis yaitu standar dengan iklan, standar tanpa iklan, dan premium. Netflix mengerek biaya berlangganan untuk paket standar dengan iklan sebesar US$ 1 atau Rp 17.002 per bulan. Sementara itu, paket standar naik hingga US$ 2 atau Rp 34.004 per bulan.
Dengan begitu, harga Netflix di AS saat ini berkisar US$ 9 hingga US$ 27 atau Rp 153.018 hingga Rp 259.054 per bulan.
YouTube juga menaikkan harga langganan di Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu. Mengutip Reuters pada Jumat (10/4), kenaikan biaya berlangganan YouTube paling tinggi hingga US$ 4 atau Rp 68.448 (kurs Rp 17.112 per dolar AS) untuk siklus pengumpulan berikutnya.
Dengan kenaikan itu, harga berlangganan YouTube di AS untuk premium individu naik dari US$ 13,99 menjadi US$ 15,99 atau Rp 273.321 per bulan. Sementara itu, untuk paket keluarga naik sekitar US$ 4 menjadi US$ 26,99 atau Rp 461.554 per bulan.
Paket YouTube Lite untuk paket terendah tanpa iklan tanpa YouTube Music Premium dan masih menampilkan iklan pada Shorts dan konten musik, harganya akan menjadi US$ 8,99 atau Rp 153.237 per bulan. Lalu Langganan YouTube Music Premium mandiri juga dimasukkan menjadi US$ 11,99 atau Rp 188.061 per bulan.
Perubahan harga ini menandai kenaikan harga pertama YouTube di AS dalam tiga tahun terakhir dan terjadi beberapa tahun setelah peluncuran YouTube Premium yang memulai debutnya pada 2018.
"Perubahan ini memungkinkan kami untuk mempertahankan fitur yang paling disukai oleh anggota kami, menonton tanpa iklan dan perpustakaan besar berisi lebih dari 300 juta lagu di YouTube Music," kata Juru Bicara YouTube.
Spotify juga akan menaikkan harga langganan bulanan menjadi US$ 12,99 atau Rp 222.285. Reuters melaporkan kenaikan harga langganan Spotify itu mengutip situs resmi platform streaming asal Swedia itu.
Perusahaan mengatakan harga baru ini akan berlaku pada tanggal pengumpulan konsumen sejak Februari 2026. Pelanggan akan menerima email tentang penyesuaian harga tersebut.
Spotify mengatakan perubahan harga tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk terus memberikan pengalaman terbaik. Peningkatan biaya berlangganan juga akan meningkatkan pendapatan akan diinvestasikan kembali untuk meningkatkan platform dan mendukung para kreator.
Prime Video juga menaikan harga berlangganan sejak 10 April 2026. Mengutip PC Mag, Prime Video Ultra yang baru diubah namanya akan dikenakan biaya tambahan US$ 2 atau Rp 34.224 per bulan.
Sementara itu, Prime Video akan menghilangkan layanan dukungan video 4K untuk paket Prime Video yang masih memiliki iklan. Untuk menghilangkan iklan dari Prime Video akan dikenakan biaya US$ 4,99 atau setara Rp 85.389 per bulan di AS di luar biaya berlangganan.
Amazon menyatakan, dalam menyediakan streaming tanpa iklan dengan fitur premium membutuhkan investasi yang signifikan. Hal ini selaras memastikan dengan layanan streaming utama lainnya sambil pelanggan memiliki berharap untuk memilih cara mereka ingin menonton.
"Anggota Prime akan terus menikmati manfaat inti Prime Video, termasuk HD/HDR dan sekarang Dolby Vision tanpa biaya tambahan dengan keanggotaan Prime mereka,” tulis Amazon.