Jumlah Penonton Live TikTok Melonjak, Profesi Host Live Makin Diminati

ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/bar
Pekerja menawarkan dagangan melalui siaran langsung media sosial TikTok di Lumajang, Jawa Timur, Jumat (20/2/2026).
Penulis: Rahayu Subekti
27/4/2026, 16.13 WIB

Jumlah penonton siaran langsung atau live di TikTok meningkat 65% sepanjang tahun lalu. Riset TikTok Shop by Tokopedia pada 2025 menunjukkan, profesi LIVE Host menjadi salah satu karier yang diminati generasi muda.

Livestream Operations Manager TikTok Live Michael Tan menyebutkan, interaksi dengan penonton selama siaran langsung meningkat, lewat likes dan komentar yang naik 60% dibandingkan tahun sebelumnya. “Terlihat bahwa penonton tidak hanya menonton secara pasif, tetapi juga aktif berinteraksi. Kreator bisa membangun komunitasnya,” ujar dia konferensi pers di Museum Nasional, Senin (27/4).

Ia menyebutkan, sebanyak 150 juta kreator di seluruh dunia juga mendapatkan apresiasi oleh komunitas. Menurut dia, hal ini menandakan komunitas bisa terbentuk dan audiens luas bisa dijangkau melalui TikTok Live.

Riset TikTok Shop by Tokopedia terhadap responden usia 18 - 35 tahun pada 2025 menunjukkan, sebanyak 12,5% berminat menjadi kreator konten. Namun perusahaan tidak memerinci jumlah responden yang disurvei.

Selain itu, di antara mereka yang telah aktif sebagai host atau pembawa acara, profesi Live Host menjadi salah satu karier yang diminati yakni 38,1%.

Berdasarkan data kanal rekrutmen nasional seperti SIAPkerja - Karirhub Kementerian Ketenagakerjaan dan berbagai platform online lainnya, permintaan terhadap profesi Live Host kini menempati posisi teratas di antara pekerjaan yang paling dibutuhkan di Indonesia.

Sepanjang Januari-Agustus 2025, tercatat lebih dari 786 ribu lowongan dari 89.853 perusahaan. Profesi host live streaming menjadi salah satu pekerjaan dengan lowongan terbanyak, mencapai 10.190 lowongan pekerjaan.

TikTok Live untuk Promosi Budaya

Dengan potensi penonton siaran langsung yang tinggi, TikTok Live mendorong promosi budaya lewat digital. TikTok Live dan Pop Mart berkolaborasi memperkenalkan budaya Indonesia melalui karakter global ikonik, Nyota.

“Kami bisa menunjukkan bahwa kolaborasi lintas-sektor dari platform teknologi dari perusahaan pembuat mainan yang tentunya karakternya disukai seluruh dunia, pemerintah, serta melibatkan kreator dan komunitas untuk mempromosikan budaya dengan cara yang baru,” kata Michael Tan.

Nyota akan hadir dengan menggabungkan budaya dan unsur-unsur elemen Indonesia.

Country Head of Pop Mart Indonesia Johan Sebastian menilai kolaborasi promosi budaya antara PopMart dan TikTok Live yang digelar di Museum Nasional pada 28 - 29 April bisa untuk collectible art. “Biasanya, koleksi para para seniman terkesan terlalu mahal untuk dimiliki atau lainnya. Kami menghadirkan collectible art yang bisa dijangkau oleh para fans,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti