Roblox resmi mewajibkan pengguna untuk melakukan verifikasi usia di Indonesia. Perusahaan pun akan memindahkan 23 juta akun anak di Indonesia ke Roblox Kids dan Roblox Select.

Global Head of Public Policy Roblox Nicky Jackson Colaco menyampaikan perusahaan mengembangkan dua jenis akun untuk pengguna di Indonesia, yakni Roblox Kids dan Roblox Select. Khusus di Indonesia, Roblox Kids ditetapkan untuk pengguna berusia lima sampai 12 tahun dan Roblox Select untuk pengguna berusia 13 hingga 15 tahun.

"Kami akan memulai proses pemindahkan 23 juta akun kurang dari 16 tahun di Indonesia ke antara Roblox Kids atau Roblox Select," kata Nicky saat konferensi pers di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital alias Komdigi, Jakarta, Kamis (30/4).

Dengan adanya jenis akun baru ini, Roblox akan menyelaraskan akses konten dan kontrol orang tua dengan usia pengguna. Judul-judul gim yang tersedia untuk pengguna di bawah 16 tahun juga dikurasi.

"Akun ini akan dikustomisasi secara khusus untuk Indonesia dan sepenuhnya berkomitmen PP Tunas, dengan katalog permainan yang sangat terbatas, berdasarkan budaya Indonesia dan norma Indonesia," Nicky menambagkan.

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, Roblox awalnya berencana menyediakan fitur chat di akun Roblox Kids dan Roblox Select. Penyediaan kedua jenis akun ini pun bertujuan mematuhi Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

Namun, Kementerian Komdigi meminta fitur chat tetap dihapus. Oleh karena itu, fitur chat ditiadakan meski di Roblox Kids dan Roblox Select.

“Roblox Kids untuk umur lima hingga 12 tahun tidak akan memiliki fitur chat. Untuk Roblox Select, umur 13 hingga 15 tahun, tidak akan ada chat dengan orang asing,” kata Nicky.

Menteri Komdigi Meutya Hafid dalam acara yang sama mengapresiasi langkah Roblox mematuhi PP Tunas, setidaknya dalam tiga cara. Pertama, menghapus fitur chat untuk anak di bawah 16 tahun. "Termasuk ada kemungkinan pengguna di atas 16 tahun, jika tidak melakukan verifikasi wajah, maka otomatis akan dimatikan fitur chat-nya," kata dia.

Hal itu karena akun yang tidak melakukan verifikasi usia, otomatis dikategorikan sebagai pengguna anak.

Meutya mengatakan, hasil penilaian mandiri setiap platform akan ditinjau oleh Kementerian Komdigi mulai awal Juni. Begitu juga dengan fitur chat apakah termasuk berisiko rendah atau tinggi.

Akan tetapi, "ada banyak sekali orang tua, dan juga BNPT yang mengatakan bahwa yang membahayakan bagi anak-anak salah satunya adalah fitur komunikasi dengan orang tak dikenal. Ini terjadi, misalnya rekrutmen dari radikalisasi anak,” Meutya mengisyaratkan fitur chat masuk kategori berisiko tinggi.

Kedua, Roblox membedakan gim untuk pengguna di bawah 13 tahun, 13 – 16 tahun, dan di atas 16 tahun. “Jadi, game yang dilihat akan berbeda,” kata dia. Ketiga, Roblox berupaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gim dengan cara menyediakan fitur pengaturan waktu bermain atau screen time yang dapat dikendalikan oleh orang tua.

“Kami mengapresiasi Roblox yang mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia ini,” ujar Meutya. “Gim lain juga harus patuh, untuk asas akuntabilitas, transparansi, dan keadilan bagi seluruh platform.”

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.