Microsoft memperkenalkan tujuh model AI pada Selasa waktu Amerika Serikat (2/6). Hal ini untuk mengurangi ketergantungan model AI lain seperti ChatGPT OpenAI maupun Claude Anthropic.

Dalam konferensi pengembang Build, Tim Superintelijen AI Microsoft memperkenalkan serangkaian tujuh model AI yakni MAI-image-2.5, MAI-image-2.5-flash, MAI-transcribe-1.5, MAI-voice-2, MAI-voice-2-flash, MAI-thinking-1, dan MAI-code-1-flash.

“Apa yang baru saja Anda saksikan adalah pergeseran yang cukup signifikan,” kata CEO Microsoft Satya Nadella di atas panggung. “Kami percaya bahwa sudah saatnya setiap perusahaan beralih dari sekadar mengonsumsi model terdepan menjadi berpartisipasi penuh di garis depan dalam ekosistem terdepan.”

Hal itu sebagai bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk membangun alternatif internal yang kredibel terhadap model AI dari mitra dan pesaing.

“Ini semua tentang kemandirian jangka panjang bagi Microsoft dan mitra. Ini tentang model yang dapat Anda percayai,” tulis CEO Microsoft AI Mustafa Suleyman di media sosial, dikutip dari Geek Wire, Rabu (3/6).

Microsoft adalah pendukung terbesar OpenAI, dengan total investasi kumulatif US$ 13 miliar pada pembuat ChatGPT itu, melalui beberapa putaran pendanaan.

Tahun lalu, Microsoft juga mengumumkan investasi hingga US$ 5 miliar di Anthropic, pembuat Claude. Perusahaan kemudian mengintegrasikan teknologinya ke asisten AI Copilot Cowork.

Namun, Anthropic juga didukung oleh pesaing Microsoft, seperti Google dan Amazon. Selain itu, OpenAI semakin dekat dengan Amazon. Hal ini menunjukkan perlunya Microsoft untuk mengendalikan nasib AI-nya sendiri.

Model unggulan dari tujuh model MAI yang baru diumumkan yakni MAI-Thinking-1, model penalaran yang menurut Microsoft setara dengan Claude Sonnet 4.6 milik Anthropic dalam pengujian buta oleh manusia, dan menyamai Claude Opus 4.6 yang lebih mumpuni pada tolok ukur pengkodean yang banyak digunakan.

Suleyman menekankan bahwa MAI-Thinking-1 dilatih dari awal tanpa mengambil model dari perusahaan lain, dan dirancang untuk menarik perusahaan yang peduli dengan keakuratan data.

Saat ini tersedia dalam pratinjau pribadi di Microsoft Foundry, tempat perusahaan tersebut juga menampung model-model AI terbaru dari OpenAI dan Anthropic, termasuk Claude Opus 4.8 yang baru saja dirilis.

Microsoft AI juga merilis MAI-Code-1-Flash, model pengkodean dengan 5 miliar parameter yang kini diluncurkan di Visual Studio Code dan GitHub Copilot, serta MAI-Image-2.5, yang menurut Microsoft menempati peringkat kedua dalam papan peringkat pengeditan gambar terkemuka, di atas Nano Banana Pro milik Google.

“Setelah menyempurnakan model AI untuk kebutuhan perusahaan konsultan McKinsey, Microsoft mampu mengungguli GPT 5-5 milik OpenAI, dengan efisiensi biaya 10 kali lebih baik,” kata Suleyman.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.