Komdigi Buka Jalan Lulusan AI Talent Factory Masuk BUMN
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) menyiapkan jalur karier bagi talenta akal imitasi (AI) melalui integrasi AI Talent Factory dengan AI Talent Pool BUMN.
Wakil Menteri Komdigu Nezar Patria menyatakan AI Talent Factory dirancang untuk menghasilkan talenta yang mampu menyelesaikan persoalan riil di sektor industri.
"Ini bukan trial and error, tapi kita mau kasih solusi," kata Nezar dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (22/7)m
Kolaborasi ini membuka peluang bagi lulusan AI Talent Factory untuk terlibat dalam pengembangan solusi AI di perusahaan BUMN sekaligus menghubungkan pengembangan talenta dengan kebutuhan nyata industri.
Nezar menjelaskan AI Talent Factory dikembangkan untuk menjawab kesenjangan talenta digital nasional melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pusat keunggulan (center of excellence), dan perusahaan teknologi.
Program itu dirancang agar peserta mengerjakan berbagai use case yang berasal dari kebutuhan nyata pemerintah maupun industri sehingga mampu menghasilkan solusi yang siap diterapkan.
"Kita buka link-nya dengan berbagai macam pihak dan kita mengerjakan sejumlah use cases," ujar Nezar.
Menurutnya, sinergi dengan Badan Pengelola BUMN menjadi langkah strategis untuk memastikan hasil pembelajaran para peserta tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut menjadi pengalaman profesional yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas perusahaan.
Oleh karena itu, lulusan AI Talent Factory dipersiapkan untuk bergabung dalam pengembangan berbagai proyek AI di lingkungan BUMN sesuai kebutuhan masing-masing sektor.
"Anak-anak muda kita semangat, dia tahu selama belajar ini ada ekosistem yang bisa menampung mereka," kata Nezar.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Kemkomdigi Said Mirza Pahlevi menjelaskan AI Talent Factory bukan sekadar program pelatihan, melainkan skema pengembangan talenta AI tingkat lanjut yang menyeleksi peserta secara ketat dari berbagai perguruan tinggi.
Para peserta memperoleh pembelajaran mendalam mengenai large language model, pengembangan model AI, hingga penyelesaian persoalan nyata melalui pendampingan dosen, praktisi industri, dan pakar AI dari perusahaan teknologi global.
"Tujuannya, mencetak talenta AI yang praktisional, bukan yang biasa," ujar ya.
Menurut Said, ekosistem tersebut diperkuat melalui platform pembelajaran digital yang menghubungkan proses peningkatan kompetensi dengan kebutuhan industri secara menyeluruh.
Setelah menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi, peserta dapat langsung masuk ke dalam talent pool yang mempertemukan mereka dengan dunia kerja.
Melalui kolaborasi bersama BUMN, AI Talent Factory diharapkan menjadi jalur yang mempercepat penyerapan talenta AI nasional sekaligus memperkuat transformasi digital perusahaan-perusahaan milik negara.
"Kami memiliki platform yang menghubungkan end to end, dari awal belajar sampai menghubungkan sampai mereka mendapatkan pekerjaan," kata dia.