Bisnis Gaming Jadi Motor Utama Bukalapak, Ekspansi Global Lewat Joytify
Strategi PT Bukalapak Tbk (BUKA) untuk mereposisi bisnisnya dari marketplace ke gaming berbuah manis. Bisnis gaming kini menjadi motor utama Bukalapak dengan kontribusi pendapatan hampir 90%.
Direktur Bukalapak Victor Lesmana mengatakan perusahaan memutuskan untuk melakukan transformasi dan restrukturisasi pada 2024. Pada awal 2025, Bukalapak mengumumkan menutup marketplace untuk produk fisik.
"Marketplace fisik kontribusinya di bawah 3% sehingga diputuskan untuk ditutup. Kontribusinya terhadap pendapatan di bawah 3% tetapi kerugiannya paling besar bagi Bukalapak," ujar Victor di Jakarta, Rabu (22/7).
Setelah itu, Bukalapak memfokuskan bisnisnya pada empat pilar, yakni Mitra Bukalapak, gaming lewat Multi Realm Games (MRG), investasi lewat Bmoney, dan retail. Dari keempat bisnis itu, kontribusi bisnis gaming yang paling besar dan hampir mencapai 90% dari total pendapatan perusahaan.
Hingga kuartal I 2026, segmen bisnis gaming Bukalapak mencatat pendapatan sebesar Rp 2,09 triliun, tumbuh 90,3% secara tahunan (year-on-year). Angka pertumbuhan bisnis gaming ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan total pendapatan perusahaan yang sebesar 63%.
Ekspansi Global Lewat Joytify
"Fokus kami bukan hanya di Indonesia, beberapa tahun terakhir kami masuk ke Asia Tenggara dan pasar Eropa," kata Victor.
Multi Realm Games (MRG) adalah holding yang membawahi sejumlah bisnis gaming. Pertama, Lapakgaming yang merupakan platform digital multi-payment yang menyediakan voucher gim dan layanan top up untuk sejumlah gim populer seperti Mobile Legend, Valorant, Roblox, dan lain-lain. Platform ini fokus di pasar Asia Tenggara.
Selain di Indonesia, Lapakgaming mulai menancapkan pengaruhnya di Malaysia dan Filipina. Lapakgaming memiliki 3,9 unique paying gamers dengan 12,7 juta transaksi yang diproses setiap tahun.
Yang kedua adalah Joytify, platform digital multipayment di industri gim yang menyediakan gift card dan layanan top up untuk gim-gim popular di luar Asia Tenggara. Joytify ini menjadi kendaraan MRG untuk ekspansi di pasar Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika Latin, dan Amerika Utara.
Pengguna Joytify mencapai 8,2 juta unique paying gamers. Volume transaksi yang diproses setiap tahun mencapai 38,7 juta transaksi.
Yang ketiga adalah Itemku, marketplace yang khusus menyediakan fasilitas jual beli In-game items, game currencies, game accounts, game skins, game key, dan gift cards. Ada 1,8 juta pengguna di marketplace ini dengan volume transaksi mencapai 21 juta transaksi per tahun.
Ketiga platform ini menerima pembayaran dari lebih dari 50 jenis pembayaran, termasuk kartu kredit Visa dan Mastercard, e-money seperti DANA, Gopay, GrabPay, transfer bank, hingga Paypal.
CEO of Gaming MRG Prasetya Setiawan mengatakan bisnis gaming merupakan bisnis yang kebal terhadap gonjang-ganjing kondisi ekonomi dan geopolitik. Ia mengungkapkan, bisnis gaming terus tumbuh dua digit pada saat pandemi Covid-19 maupun saat ada perang di Timur Tengah seperti saat ini.
Victor mengatakan bisnis gaming secara konsisten mencatat pertumbuhan 30-40% secara kuartalan. Kunci dari sukses bisnis ini tidak lepas dari tim yang dibangun oleh Bukalapak.
"Kami membangun tim yang passionate dengan gaming. Bahkan, salah satu pertanyaan pada saat interview (rekrutmen karyawan) adalah gim apa yang dimainkan, karena kami membutuhkan orang yang benar-benar memahami industri ini," ujarnya.