Cara Cek Lokasi Kebakaran via Google Maps, Bisa Pantau Titik Area yang Terbakar

Screenshot Google Maps
Cara mengecek lokasi kebakaran di Google Maps
Penulis: Kamila Meilina
26/8/2026, 13.09 WIB

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mencatat sekitar 85 ribu hektare kawasan konsesi perusahaan di Sumatra dan Kalimantan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

KLH juga mencatat sekitar 335 perusahaan pemilik konsesi terindikasi memiliki titik api di wilayah konsesinya. Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan, kebakaran di wilayah konsesi perusahaan tetap menjadi tanggung jawab korporasi, meskipun luas lahan yang terbakar hanya mencapai satu atau dua hektare.

Jumhur mengatakan KLH akan melakukan verifikasi terhadap perusahaan-perusahaan yang terindikasi memiliki titik api di wilayah konsesinya. Sejumlah perusahaan juga disebut telah memiliki indikasi kuat melakukan pelanggaran dan telah disegel.

Kebakaran melanda sejumlah wilayah di Indonesia, terutama di Sumatra dan Kalimantan. Munculnya titik api berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas, terutama di tengah musim kemarau.

Masyarakat bisa ikut memantau kondisi kebakaran secara online melalui Google Maps. Layanan peta digital tersebut menyediakan fitur informasi mengenai kebakaran hutan yang sedang berlangsung di sejumlah wilayah.

Cara Cek Kebakaran via Google Maps

Berikut langkah-langkah untuk mengecek informasi kebakaran melalui Google Maps:

  1. Buka aplikasi Google Maps di ponsel.
  2. Pilih menu Lapisan (Layers).
  3. Pilih Wildfires atau Kebakaran Hutan, jika fitur tersebut tersedia.
  4. Perbesar peta pada wilayah yang ingin dipantau.
  5. Ketuk ikon atau area kebakaran untuk melihat informasi yang tersedia.

Pada peta, informasi kebakaran dapat ditampilkan dalam bentuk ikon kebakaran maupun area berwarna pada peta.

Area berwarna merah menunjukkan perkiraan wilayah yang terdampak kebakaran aktif. Sementara itu, area berwarna kuning menunjukkan wilayah dengan tingkat kepastian yang lebih rendah.

Meski demikian, Google Maps tidak menampilkan data hotspot secara lengkap maupun tingkat penyebaran titik panas. Fitur tersebut lebih ditujukan untuk memberikan informasi mengenai kebakaran yang sedang berlangsung.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina