Jamie Dimon Prediksi Investasi Perusahaan AI Bisa Capai US$1 Triliun pada 2027

Instagram/JPMorgan
CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon memprediksi tren belanja investasi untuk teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak akan melambat pada 2027.
Penulis: Reihan Cahya
23/9/2026, 17.15 WIB

CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon memprediksi tren belanja investasi untuk teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak akan melambat. Investasi di seluruh ekosistem perusahaan-perusahaan raksasa teknologi ini diperkirakan akan mencapai US$1 triliun (Rp17,8 kuadriliun, kurs Rp17.800 per US$) pada 2027.

Pengeluaran di ekosistem perusahaan-perusahaan raksasa teknologi ini telah meningkat lebih dari dua kali lipat, dari sekitar US$300 miliar (Rp5,34 kuadriliun) pada tahun 2025 menjadi sekitar US$700 miliar (Rp12,46 kuadriliun) pada 2026. Menurut Dimon, peningkatan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, meskipun di sisi lain juga berpotensi meningkatkan inflasi.

“Itu setara dengan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 1% setiap tahunnya,” kata Dimon, seperti dikutip dari CNBC International.

Ia menambahkan bahwa pengeluaran tersebut dapat sedikit meningkatkan inflasi, karena perusahaan-perusahaan perlu merekrut pekerja, membangun pabrik dan pembangkit listrik, serta membeli peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan.

Namun dalam jangka panjang, Dimon menilai AI dapat berdampak negatif terhadap laju inflasi. Ia menyebut AI sebagai teknologi yang luar biasa, dan menambahkan bahwa perkembangan AI yang pesat sepertinya akan terus berlanjut.

Tetapi, ia mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan pemenang dalam revolusi AI ini. Ia memberikan contoh gelembung internet, di mana banyak perusahaan ternama gagal, sementara perusahaan-perusahaan yang sebelumnya kurang dikenal justru menjadi pemenang besar. Hal ini dapat dijadikan contoh mengenai bagaimana industri AI akan berkembang di masa depan.

Imbal Hasil Investasi di Bidang AI

Ketika ditanya mengenai imbal hasil dari investasi di bidang AI, Dimon mengatakan bahwa investasi tersebut tidak selalu dapat dihitung secara sederhana. Ia menyatakan terkadang investasi tersebut hanyalah bagian dari komitmen yang perlu dipenuhi.

Ia menyebutkan peningkatan pengalaman pelanggan merupakan salah satu manfaat yang sulit diukur secara kuantitatif. Ia juga mengatakan bahwa seiring berjalannya waktu, perusahaan-perusahaan dapat menjadi lebih efisien dalam penerapan teknologi AI.

Selain faktor AI, Dimon mengatakan bahwa permintaan yang tinggi akan dana untuk pembangunan infrastruktur, proses re-militerisasi, serta defisit anggaran pemerintah yang terus berlanjut dapat mendorong kenaikan suku bunga.

Ia juga mengatakan bahwa mungkin akan terjadi koreksi pasar, tetapi ia tidak yakin apakah AI merupakan penyebabnya.

Waspada Inflasi 

Ia juga tetap berhati-hati terkait inflasi. Ia berharap tekanan harga akan mereda, tetapi “ada kemungkinan hal tersebut tidak akan terjadi, bahkan harga bisa sedikit naik”. Dimon menyebut bank sentral AS atau The Fed sebaiknya tetap mempertahankan target inflasi sebesar 2%.

Menjelang pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, Dimon mengatakan kedua belah pihak tampaknya membuat kemajuan, dan seharusnya berkolaborasi sepenuhnya dalam berbagai isu, termasuk perdagangan, kecerdasan buatan, dan masalah keamanan.

Ia mengatakan bahwa ia berharap kedua negara dapat memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan yang ada di antara mereka. Ia menyebut diskusi-diskusi tersebut penting bagi seluruh dunia yang bebas.

Mengenai hubungan antara India dan Amerika Serikat, Dimon mengatakan bahwa kedua negara seharusnya kembali ke meja perundingan untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan tersebut.

“Jelas sekali, prosesnya belum berjalan, Saya berharap proyek ini tidak ditunda terus-menerus,” katanya.

Dimon memahami kekhawatiran yang ada di Amerika Serikat terkait pembelian minyak Rusia. Namun, Washington seharusnya memperhatikan kebutuhan India akan minyak yang telah diproses, dan menghindari tindakan yang dapat merugikan India serta pasar minyak dunia.

Secara umum, Dimon mengatakan ekonomi India dapat tumbuh hingga tiga kali lipat dari ukuran saat ini dalam dekade mendatang. Ia juga memperkirakan JPMorgan akan terus berkembang di negara tersebut. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.