Anthropic Claude Bidik IPO Rp 1.792 Triliun, Uji Minat Investor saat Gejolak AI

ChatGPT, Katadata/Desy Setyowati
Anthropic Claude
Penulis: Reihan Cahya
6/10/2026, 14.38 WIB

Anthropic dapat mengumpulkan dana hingga US$ 100 miliar atau Rp 1.729 triliun (kurs Rp 17.920 per US$) dalam pencatatan saham perdana alias Initial Public Offering (IPO). Fenomena ini dinilai akan menjadi ujian penting bagi para investor di Wall Street di tengah dorongan untuk memperlambat pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Aksi korporasi itu disebut-sebut membuat valuasi pembuat Claude itu akan mencapai sekitar US$ 2 triliun atau Rp 35.840 triliun. Jika terwujud, maka Anthropic ke dalam 10 perusahaan paling berharga di dunia.

IPO Anthropic bisa berlangsung paling cepat November. Aksi korporasi ini akan menandai tonggak penting dalam booming AI yang telah melanda pasar dalam beberapa tahun terakhir. Namun, perjalanan menuju IPO ini penuh dengan halangan, dan terjadi beberapa penundaan.

Rencana Anthropic menjadi kacau karena pertanyaan tentang regulasi AI dan risiko keselamatan. Mantan karyawan, serta CEO Dario Amodei, telah menyuarakan kekhawatiran dalam beberapa minggu terakhir, memicu seruan di seluruh industri untuk memperlambat pengembangan AI guna mengelola risiko dengan lebih baik.

Para pemimpin teknologi, termasuk Amodei, menandatangani kesepakatan di Gedung Putih pekan lalu untuk "mengawasi sendiri" pengembangan AI.

Sementara itu, prospek untuk semua potensi IPO menjadi semakin rumit dalam beberapa bulan terakhir.

Pasar menjadi semakin tidak pasti seiring dengan kenaikan suku bunga. Imbal hasil obligasi telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir, mendorong kenaikan biaya pinjaman, karena para pedagang menyesuaikan diri dengan guncangan energi akibat perang Iran dan kenaikan suku bunga oleh bank sentral.

Beberapa perusahaan menjadi ragu-ragu. Oura, perusahaan teknologi yang membuat cincin pelacak kesehatan yang dapat dikenakan, mengatakan akan melakukan IPO pada musim gugur ini sebelum mengumumkan pekan lalu bahwa mereka akan menunda debutnya karena ketidakpastian pasar.

Holtec Nuclear, perusahaan energi, juga baru-baru ini menangguhkan rencana IPO, dengan alasan sentimen buruk yang memengaruhi pasar saham. Dan OpenAI mengumumkan akan menunda IPO hingga tahun depan karena kekhawatiran tentang keamanan AI.

“Suku bunga semakin meningkat. Ada perang di Iran. Ekonomi negara-negara yang dulunya menggunakan teknologi AI juga semakin tidak stabil, menurut saya itulah yang menyebabkan ketidakpastian,” kata Heath Terry, dikutip dari CNN, Senin (5/10).

Tarry juga menjelaskan, bahwa proses IPO membutuhkan lingkungan pasar yang stabil, serta sikap positif dari para investor. Namun, dengan meningkatnya ketidakstabilan ekonomi saat ini membuat proses tersebut menjadi jauh lebih sulit.

Namun Anthropic tetap akan melanjutkan rencananya untuk menjalankan skema IPO sekaligus mengumpulkan data. Jika pembuat Claude ini berhasil, maka hal itu akan menjadikannya penawaran saham publik terbesar sepanjang sejarah, melebihi rekor yang dicetak oleh SpaceX.

Sebelumnya SpaceX berhasil mencatat nilai perusahaan US$ 1,77 triliun. “SpaceX merupakan pengecualian yang luar biasa, IPO terbesar di dunia sepanjang masa. Sangat mungkin bagi mereka untuk menempati posisi kedua dalam waktu sekitar sebulan ke depan,” kata Jay Ritter, Profesor Emeritus di University of Florida.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.