Ekosistem Karbon Biru Penting untuk Mitigasi Perubahan Iklim

ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/nym.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan penguatan ekosistem karbon biru (blue carbon) menjadi bagian penting dalam mendukung adaptasi dan aksi mitigasi dampak perubahan iklim.
Penulis: Antara
18/12/2023, 12.40 WIB

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan penguatan ekosistem karbon biru (blue carbon) menjadi bagian penting dalam mendukung adaptasi dan aksi mitigasi dampak perubahan iklim.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP Victor Gustaaf Manoppo menyebutkan ekosistem karbon biru sebagai solusi berbasis alam dapat memberikan kontribusi signifikan untuk mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

"Kita perlu mengambil tindakan nyata sebelum terlambat. Pendekatan-pendekatan seperti solusi berbasis alam dan adaptasi berbasis ekosistem dapat menjadi bagian dari tindakan nyata tersebut," ujar Victor di Jakarta.

Indonesia sebagai pemilik 17% cadangan karbon biru dunia, berpeluang besar memanfaatkan ekosistem karbon biru untuk mengatasi perubahan iklim. "Selain memiliki sekitar 3,3 juta hektare hutan bakau, kita juga memiliki 1,8 juta hektare lamun yang kemampuannya menyerap karbon 3-4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan ekosistem darat," ujarnya.

Ekosistem karbon biru dan ekosistem terumbu karang dapat menjadi bagian dari ketahanan ekosistem dan bentang alam. Pengelolaan karbon biru dalam konteks perubahan iklim menjadi bagian penting kebijakan ekonomi biru, yang saat ini diterapkan KKP melalui lima program prioritas.

Kelima program itu adalah:

  • perluasan kawasan konservasi laut
  • perikanan tangkap terukur berbasis kuota
  • pembangunan perikanan budidaya laut, pesisir, dan darat yang ramah lingkungan
  • pengawasan dan pengendalian wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil
  • pengelolaan sampah plastik di laut

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Nani Hendiarti, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan solusi berbasis alam (nature based solutions/NBS). Sebanyak 15% NBS dunia ada di Indonesia.

Saat ini, pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon guna memperkuat optimalisasi karbon biru.

Reporter: Antara