Prancis Berjuang Padamkan Kebakaran Hutan Terbesar dalam 80 Tahun

X/@studio_tanuki_
Petugas pemadam kebakaran Prancis berjuang untuk mengendalikan kebakaran hutan terbesar di negara itu dalam hampir 80 tahun terakhir, pada Rabu (6/8).
Penulis: Hari Widowati
7/8/2025, 06.57 WIB

Petugas pemadam kebakaran Prancis berjuang untuk mengendalikan kebakaran hutan terbesar di negara itu dalam hampir 80 tahun terakhir, pada Rabu (6/8). Api yang melanda wilayah selatan Aude telah melanda area yang lebih luas dari luasan Kota Paris.

Menurut kantor prefektur, satu orang tewas di desa Saint-Laurent-de-la-Cabrerisse, sekitar 30 kilometer dari kota Perpignan. Kebakaran yang menyebar dengan sangat cepat melalui hutan dan desa-desa telah menghanguskan setidaknya 25 rumah, memaksa penduduk dan wisatawan untuk mengungsi. Banyak jalan ditutup.

“Ini adalah bencana berskala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Perdana Menteri Francois Bayrou saat mengunjungi Saint-Laurent-de-la-Cabrerisse, seperti dikutip Reuters.

Hingga saat ini, lebih dari 15.000 hektare telah terbakar. Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau mengatakan angka luas lahan yang terbakar setara dengan total area yang terbakar di seluruh Prancis dalam beberapa tahun terakhir. Ia menambahkan bahwa ini adalah area terbakar terbesar akibat satu kebakaran tunggal di Prancis sejak 1949.

Renate Koot, warga negara Belanda yang sedang berlibur di Saint-Laurent-de-la-Cabrerisse bersama pasangannya, mengatakan kebakaran tersebut bergerak dengan kecepatan luar biasa.

“Kami sedang menelepon anak-anak kami ... Lihat, kebakaran! Selanjutnya, kami harus melompat ke mobil dan pergi, sambil berdoa untuk perlindungan. Kami tidak membawa apa pun,” katanya.

“Ini tidak terbayangkan. Ini adalah bencana,” kata warga Spanyol Issa Medina kepada Reuters. Medina sedang bersama keluarganya di Saint-Laurent-de-la-Cabrerisse.

Pemerintah daerah mengatakan kebakaran hutan tersebut menyebar “sangat cepat” dan hampir 2.000 pemadam kebakaran sedang berusaha mengendalikannya. Sekitar 2.500 rumah tangga di daerah tersebut saat ini tanpa listrik.

Juru bicara pemadam kebakaran Eric Brocardi mengatakan kepada radio RTL bahwa api menyebar dengan kecepatan 5,5 km/jam.

Musim Panas yang Kering Memperbesar Risiko Kebakaran

Pejabat dan ahli memperingatkan bahwa arah angin dapat berubah, sehingga dapat semakin mempersulit upaya untuk memadamkan kebakaran hutan.

Para ilmuwan mengatakan bahwa musim panas yang lebih panas dan kering di wilayah Mediterania menempatkan wilayah tersebut pada risiko tinggi terjadinya kebakaran hutan. Setelah kebakaran dimulai, vegetasi kering yang melimpah dan angin kencang di wilayah tersebut dapat menyebabkan kebakaran menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan.

“Dengan perubahan iklim, risiko terjadinya kebakaran hutan diperkirakan akan meningkat selama musim panas, tetapi juga akan meluas hingga musim gugur dan musim semi, serta menyebar ke arah barat daya, pusat, dan utara Prancis,” kata Serge Zaka, seorang analis iklim dan pertanian.

Gelombang Panas di Spanyol dan Portugal

Sementara itu, Spanyol mengalami gelombang panas yang berkepanjangan sejak Minggu (3/8) dan diperkirakan akan berlanjut hingga minggu depan, dengan suhu mencapai 43 derajat Celsius di beberapa wilayah.

Suhu tinggi tersebut telah memperparah beberapa kebakaran hutan. Layanan darurat pada Rabu (6/8) masih berjuang untuk memadamkan kebakaran di resor kitesurfing Tarifa di selatan Spanyol, yang diyakini dimulai ketika sebuah karavan di kamping terbakar.

"Angin kencang hingga 50 km/jam dan suhu tinggi menyebabkan beberapa bagian kebakaran yang telah padam kembali menyala," kata Antonio Sanz, Menteri Dalam Negeri Pemerintah Regional Andalusia.

Di Portugal, kebakaran hutan telah menghanguskan lebih dari 42.000 hektare sejauh ini tahun ini, area terbesar sejak 2022 dan delapan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lebih dari setengah area tersebut terdampak dalam dua minggu terakhir akibat suhu panas musim panas. Pada dini hari Rabu, petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan kebakaran besar yang telah berkobar sejak Sabtu (2/8) di dekat Vila Real di utara, di mana gelombang panas telah menyebabkan suhu mencapai 40°C minggu ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.