Paviliun Indonesia di COP30 akan Difokuskan untuk Promosi Perdagangan Karbon
Indonesia akan memanfaatkan Paviliun Indonesia di perhelatan KTT Iklim COP30 di Belem, Amazonia, Brasil sebagai etalase untuk mempromosikan perdagangan karbon. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono dalam persiapan Indonesia menuju COP30, di Jakarta, Rabu (27/8).
Diaz mengatakan seminar atau diskusi yang biasanya mengisi kegiatan di Paviliun Indonesia akan difokuskan ke topik perdagangan karbon, termasuk membahas potensi karbon berbasis alam atau nature-based carbon dari berbagai sektor di Indonesia.
Kesempatan ini dilakukan dalam sesi sellers meet buyers. "Kita akan mempertemukan potensi-potensi pembeli yang tertarik dengan perdagangan karbon di Indonesia,” kata Diaz, dalam pertemuan di Jakarta, Rabu (27/8).
Diaz menyebut, sudah ada potensi pembelian 12 juta ton CO2 ekuivalen oleh Norwegia. Ia memperkirakan, mekanisme pembelian karbon oleh Norwegia kemungkinan tidak dilakukan dengan pembelian langsung, melainkan dalam bentuk dukungan terhadap proyek. Diaz mencontohkannya dengan proyek solar panel.
“Norwegia nanti bersedia memberi subsidi proyek-proyek solar panel yang tidak ada economic viability-nya, sehingga proyek itu bisa berjalan,” ujarnya.
Potensi Jual-Beli Karbon dengan Negara Lain
Minat terhadap perdagangan karbon Indonesia juga muncul dari Korea Selatan. Diaz menuturkan, Korea Selatan tertarik dengan carbon credit dari palm oil mill effluent (POME) atau sektor kelapa sawit.
Saat ini, Indonesia masih memiliki perjanjian dengan Korea Selatan yang akan berakhir pada 2026 mendatang. “Jadi kita akan melihat, bagaimana kita bisa mengoperasionalkan kegiatan ini dengan MoU yang ada atau perlu kita perbarui lagi,” tutur Diaz.
Jepang juga menunjukkan ketertarikan serupa, sehingga Indonesia juga menargetkan adanya Memorandum of Purchase Agreement atau MOPA dengan Jepang.
Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup sedang memproses mutual recognition arrangement (MRA) dengan badan standard dan registrasi karbon internasional Verra. Ini akan menyusul kesepakatan yang sudah terjalin dengan Gold Standard sebelumnya.