Target ambisius pemerintah untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) pada tahun 2030 dinilai sulit tercapai.
Hal ini disampaikan Founder BenihBaik.com, Andy F. Noya, yang menyoroti masih banyaknya tantangan fundamental, mulai dari korupsi, keterbatasan anggaran, hingga rendahnya kesadaran masyarakat.
“Kalau kita bicara lingkungan, ini salah satu alternatif. Tapi untuk mencapai semua, atau memenuhi semua target-target atau indikator SDGs, mungkin masih banyak tantangan yang kita hadapi. Karena kesadaran edukasi dan situasi dan kondisi keuangan pemerintah juga saat ini,” ujar Andy kepada media, Rabu (3/9).
Andy menyoroti salah satu program pemerintah di bidang pendidikan, yakni MBG, yang menurutnya masih tumpang tindih dengan kebutuhan pembangunan sekolah dan sarana belajar. Ia menilai, sebagian besar anggaran pendidikan justru dialokasikan untuk MBG, sehingga menimbulkan tanda tanya besar apakah ujungnya benar-benar untuk pendidikan atau justru kesehatan.
“Karena MBG ini masih baru, banyak juga kebocoran dan korupsi. Itu yang membuat masyarakat melihat program ini dari perspektif negatif. Jadi keberhasilan target SDGs di bidang pendidikan masih diragukan,” jelasnya.
Menurut Andy, masalah terbesar justru datang dari perilaku sebagian oknum pejabat yang korupsi. Hal ini membuat masyarakat semakin apatis terhadap gerakan pembangunan.
“Kalau pemerintah nggak korupsi, masyarakat pasti semangat membantu. Tapi kalau sebagian oknum merusak dengan cita-cita buruk, masyarakat jadi frustrasi,” tegasnya.
Meski begitu, Andy mengingatkan agar masyarakat tidak menyerah. “Kita tidak boleh apatis. Masih banyak orang baik di sekitar kita. Kita yang mau berbuat baik jangan berhenti hanya karena marah melihat segelintir orang yang melakukan penyimpangan,” ujarnya.
Di sisi lain, Andy melihat ada peningkatan kesadaran global tentang isu lingkungan dan keberlanjutan. Namun, untuk Indonesia, ia menekankan bahwa keberhasilan SDGs tetap sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
“Dengan dukungan kita semua, mudah-mudahan target-target itu paling tidak mendekati. Tapi kalau bicara tercapai penuh, saya pesimistis,” tutup Andy.