Investor Global Pengelola Dana US$3 Triliun Minta Deforestasi Dihentikan
Para investor global yang mengelola aset senilai lebih dari US$ 3 triliun (Rp 49,76 kuadriliun) menyerukan agar negara-negara menghentikan dan membalikkan deforestasi dan degradasi ekosistem pada tahun 2030. Mereka menandatangani sebuah pernyataan menjelang konferensi iklim PBB atau COP30 di Brasil yang akan berlangsung November mendatang.
Sekitar 30 investor institusional, termasuk bank swasta Swiss Pictet Group dan investor Nordik DNB Asset Management, sejauh ini telah menandatangani Pernyataan Investor Belém tentang Hutan Hujan, yang terbuka hingga 1 November.
Sebuah laporan minggu lalu menemukan bahwa dunia masih jauh dari target untuk menghentikan deforestasi. Hilangnya 8,1 juta hektare hutan - area seluas Inggris - pada tahun 2024 saja, sebagian besar disebabkan oleh ekspansi pertanian dan kebakaran hutan.
"Sebagai investor, kami semakin khawatir tentang risiko keuangan material yang ditimbulkan oleh deforestasi tropis dan hilangnya alam terhadap portofolio kami," kata para investor dalam pernyataan itu, seperti dikutip Reuters, Senin (20/10).
CEO Storebrand Asset Management Jan Erik Saugestad mengatakan para investor menekankan perlunya kebijakan yang memberikan kepastian hukum, regulasi, dan keuangan untuk membantu melindungi hutan dan menjaga stabilitas ekonomi.
“Deforestasi merusak sistem alam yang menjadi tumpuan pasar global - mulai dari regulasi iklim hingga keamanan pangan dan air,” kata Saugestad.
Uni Eropa Tunda Implementasi UU Antideforestasi
Awal tahun ini, Uni Eropa menunda peluncuran Undang-Undang Antideforestasi selama setahun setelah menghadapi penolakan dari industri dan mitra dagang seperti Brasil, Indonesia, dan Amerika Serikat (AS). Negara-negara tersebut mengatakan aturan tersebut akan merugikan ekspor mereka ke Eropa.
"Peran Presiden AS Donald Trump, yang skeptis terhadap perubahan iklim, dalam mengurangi dukungan untuk upaya lingkungan global juga menghambat (aksi iklim)," kata Ingrid Tungen, Kepala Pasar Bebas Deforestasi di Rainforest Foundation Norwegia.
Ia menilai Trump membuat investor dan manajer investasi kesulitan mempertimbangkan aspek iklim dan keanekaragaman hayati dalam pasar yang fluktuatif.
“Semua investor yang kami bicarakan berpikir ada risiko besar bagi kami jika tidak mempertimbangkan deforestasi dan perubahan iklim dalam jangka panjang, dan bukan hanya karena moral mereka sendiri, tetapi karena hal itu akan merugikan pasar secara langsung dan keuntungan mereka secara langsung,” ujar Tungen.