Presiden Brasil Bakal Bawa Rencana Hapus Bahan Bakar Fosil ke G20
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva berencana membawa peta jalan transisi bahan bakar fosil ke G20 2025 di Johannesburg, Afrika Selatan, pekan ini. Lula akan tetap mengampanyekannya hal ini meskipun negara-negara penghasil minyak menolak rencana tersebut.
Sebelum meninggalkan COP30 di Belém, Lula mengatakan kepada perwakilan masyarakat sipil bahwa usulan penghapusan minyak, batu bara, dan gas siap diperjuangkan di forum mana pun termasuk G7 dan G20.
“Lula mengkhawatirkan mereka yang terancam peristiwa iklim ekstrem, itu yang menggerakkannya. Dia memahami krisis iklim adalah mesin yang memperburuk kemiskinan dan ketimpangan,” kata Direktur Climate Observatory, Marcio Astrini, dikutip dari The Guardian pada Jumat (21/11).
G20 dinilai lebih berpengaruh dibandingkan COP, di mana sebagian besar negosiasi dilakukan oleh para menteri.
Hingga Selasa (18/11), 82 negara telah menandatangani peta jalan transisi tersebut. Namun, itu baru menyumbang 7% dari total produksi bahan bakar fosil global. Kelompok negara berkembang yang sepaham sekaligus produsen batu bara dan minyak juga telah menyatakan keberatan.
Nasib peta jalan ini kemudian masih abu-abu. Namun, masih ada kemungkinan manuver. Menurut laporan The Guardian, dalam diskusi tertutup di luar pertemuan kepresidenan, diplomat Arab Saudi dan Cina telah menunjukkan keterbukaan terhadap gagasan peta jalan. Asalkan, setiap negara tetap bisa memilih jalurnya masing-masing.
Menunggu Sikap Negara-negara Industri
Sementara itu, India masih ragu-ragu. Negara-negara kurang berkembang juga mungkin terbujuk untuk bergerak jika Uni Eropa dan negara-negara industri lainnya membuat komitmen yang lebih jelas di aspek keuangan.
Uni Eropa telah mengindikasikan bahwa peta jalan tersebut kini menjadi garis merah yang bersedia mereka pertahankan, tetapi mereka juga harus bersedia membayar.
Versi teranyar dari teks negosiasi diperkirakan disampaikan pada Kamis (20/11) malam, namun rencana itu bergeser usai terjadi kebakaran di area paviliun pusat konferensi. Parahnya gangguan pada tahap perundingan ini kemungkinan besar akan membuat mustahil untuk mematuhi jadwal yang sudah ditetapkan tuan rumah, Brasil.
Dalam rangka mendukung kampanye penyelenggaraan G20 di Indonesia, Katadata menyajikan beragam konten informatif terkait berbagai aktivitas dan agenda G20 hingga berpuncak pada KTT G20 November 2022 nanti. Simak rangkaian lengkapnya di sini.