IS2P Gelar Pelatihan Jurnalis Membaca Laporan Keberlanjutan

Katadata/Nuzulia Nur Rahmah
IS2P Selenggarakan Pelatihan Membaca Laporan Keberlanjutan untuk Jurnalis, di Jakarta, pada 29-30 November 2025.
1/12/2025, 12.50 WIB

Indonesian Society of Sustainability Professionals (IS2P) menyelenggarakan Pelatihan dan Coaching untuk Jurnalis Batch I bertajuk “Membaca Laporan Keberlanjutan: Dari Data Jadi Berita”.  Program berlangsung selama dua hari, 29–30 November 2025.

Ketua IS2P Satrio Prakoso mengatakan pelatihan ini penting untuk menguatkan peran media dalam isu keberlanjutan.

“Jurnalis adalah mata dan telinga publik sekaligus penyampai informasi yang akurat. Ketika berhadapan dengan laporan keberlanjutan yang panjang dan kompleks, jurnalis lah yang membantu masyarakat memahami inti data tersebut secara ringkas, komprehensif, dan mudah dipahami,” ungkap Satrio dalam pernyataan resmi, Senin (1/12).

Menurutnya memampuan memilah informasi, membaca indikator, dan membangun narasi berbasis dampak menjadi keterampilankrusial dalam liputan keberlanjutan.

Ia menjelaskan program pelatihan jurnalis ini merupakan bagian dari Akademi Keberlanjutan IS2P yang bertujuan memperkuat kapasitas multistakeholder tentang berbagai aspek keberlanjutan. 

Pelatihan ini diikuti oleh 15 redaktur dan jurnalis dari media cetak, daring, dan elektronik dengan fokus liputan ekonomi, lingkungan, sosial. Empat peserta dengan karya jurnalistik terbaik usai pelatihan jurnalis ini akan mendapatkan fellowship berupa pendampingan lanjutan  melalui study club IS2P dan kesempatan mengikuti ujian sertifikasi menjadi Sustainability Excellence Associate (SEA) secara gratis.

Pelatihan dibuka oleh Rosarita Niken Widiastuti, anggota Dewan Pers, yang memaparkan evolusi keberlanjutan berbasis dampak dan bagaimana media membentuk persepsi publikmelalui narasi keberlanjutan pada aspek lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG). 

Lany Harijanti, Global Reporting Initiative (GRI) ASEAN Regional Program Manager, pada pelatihan itu menjelaskan standar global pelaporan keberlanjutan, prinsip materialitas, ruang analisis, serta indikator yang penting dicermati wartawan. Sementara itu, Salman Nursiwan Bachtiar memandu peserta memahami pendekatan naratif dalam laporan keberlanjutan, yakni bagaimana memulai dari isu material, mengaitkannya dengan dampak, capaian, serta data terukur. 

IS2P Selenggarakan Pelatihan Membaca Laporan Keberlanjutan untuk Jurnalis (Katadata/Nuzulia Nur Rahmah)

Danone Indonesia, melalui Senior Director Public Affairs & Sustainability Karyanto Wibowo, bersama timnya berbagi praktik terbaik penyusunan laporan keberlanjutan mulai dari proses kurasi data, pembuktian capaian, konsistensi metodologi, hingga penyusunan pesan kunci yang relevan kepada publik. 

Pada hari kedua, Heri Susanto, Co-founder & Chief Content Officer Katadata, membawakan modul “Dari Data Jadi Berita.” Materi mencakup teknik membaca grafik, indikator lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG), cara mengolah tren, menemukancelah data, hingga visualisasi grafis untuk platform media. 

Jalal, Senior Advisor Green Network Asia, memperdalam tema investigasi dalam presentasi “Decoding Corporate Sustainability Report – A Forensic Playbook”. Ia membedah indikator konsistensi lintas tahun, mengidentifikasi klaim berlebihan, serta teknik verifikasi silang menggunakan standar GRI, data pemerintah, dan laporan independen. 

Di sesi akhir, peserta berbagi pilihan topik karya jurnalistik berdasarkan isu material dalam laporan keberlanjutan, data pendukung, narasumber, serta dampak yang ingin diangkat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah