BRIN Siapkan Sistem Peringatan Dini Banjir dan Erosi
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menyiapkan peranti sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) untuk mengantisipasi bencana banjir dan erosi. Kepala BRIN Arif Satria mengatakan sistem peringatan dini dalam banjir sangat dibutuhkan untuk mitigasi bencana agar tidak menimbulkan banyak korban di kemudian hari.
"Sekarang yang sedang kita siapkan adalah riset tentang bagaimana early warning system untuk banjir dan erosi," kata Arif seperti dikutip Antara, di Jakarta, Selasa (24/2).
BRIN memulai riset terkait peranti sistem peringatan dini dan erosi pada tahun ini. Arif berharap riset ini akan menghasilkan teknologi sistem peringatan dini untuk banjir dan erosi pada akhir tahun ini.
Peranti sistem peringatan dini ini merupakan proyek riset BRIN yang akan diserahkan kepada masyarakat di Sumatra. Sebelumnya, BRIN telah mengirimkan sejumlah unit mesin Arsinum, yang merupakan singkatan dari Air Siap Minum, untuk membantu masyarakat Sumatra mengakses air layak minum pascabencana banjir dan longsor di wilayah tersebut pada akhir 2025.
BRIN juga mengerahkan pesawat nirawak atau drone Ground Penetration Radar (GPR) untuk mendukung proses rekonstruksi dan evakuasi. Teknologi canggih ini mampu mendeteksi objek hingga kedalaman 100 meter di bawah permukaan tanah. Teknologi ini berguna untuk membantu pencarian korban serta pemetaan kondisi tanah di wilayah rawan longsor.