Menteri LH: Porsi Sampah Nasional Terkelola Naik Jadi 25% dalam Setahun
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan porsi sampah nasional yang terkelola meningkat dari 10% pada awal 2025 menjadi 25% dalam satu tahun pengelolaan. Menurut catatan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), timbulan sampah nasional per hari mencapai 141 ribu ton, sehingga volume sampah yang terkelola sekitar 35,25 ton per hari.
“Ini upaya yang luar biasa dari angka 10% menjadi 25%,” kata Hanif, dalam Rakornas Pengelolaan Sampah 2026, di Jakarta, pada Rabu (25/2).
Akan tetapi, angka ini masih cukup jauh dari target sampah terkelola yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yaitu 63% pada 2026.
“Maka, kita diminta aktif mengoperasionalkan semua fasilitas yang telah tersedia di lokasi masing-masing,” ucap Hanif, di hadapan pemerintah daerah seluruh Indonesia. Dengan strategi itu, tingkat pengelolaan sampah diperkirakan akan mencapai minimal 57,3% pada tahun ini.
TPA akan Berakhir pada 2028
Hanif kemudian menyinggung upaya penertiban tempat pemrosesan akhir (TPA) open dumping, yang turut berkurang 30% dalam setahun. Berdasarkan catatan KLH pada awal 2025, hampir seluruh TPA di Indonesia dikelola secara terbuka atau open dumping. Kini, jumlah TPA open dumping sudah turun menjadi di kisaran 60%.
“Praktik open dumping berkurang jauh, hari ini tercatatkan oleh kita, praktik open dumping se-Indonesia pada 481 TPA, sejumlah 66%,” ucap Hanif.
Hanif mengatakan, secara teknis, TPA-TPA di Indonesia akan berakhir pada 2028 mendatang. Pasalnya, kriteria Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan usia TPA di angka 20 tahun, sementara rata-rata TPA di Indonesia sudah berusia 17 tahun.
“Bapak Presiden mengingatkan kita, kita memiliki waktu tiga tahun dari sekarang untuk berjibaku menyelesaikan sampah,” kata Hanif.
Namun, dirinya mengingatkan komitmen pemerintah untuk mengakhiri praktik TPA open dumping lebih cepat, yaitu mencapai 100% pada 2026.