Katadata ESG Insight Ukur Aspek Keberlanjutan Lebih dari 200 Perusahaan

Katadata
Co-Founder dan CEO Katadata Metta Dharmasaputra mengatakan, Katadata ESG Insight merupakan dashboard komprehensif yang mengukur kinerja keberlanjutan perusahaan-perusahaan di Indonesia.
6/4/2026, 15.32 WIB

Katadata resmi meluncurkan Katadata ESG Insight (KESGI) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Senin (6/4). KESGI merupakan dashboard yang mengukur kinerja keberlanjutan perusahaan publik, serta sejumlah perusahaan pelat merah di Indonesia. 

Co-Founder dan CEO Katadata Metta Dharmasaputra mengatakan, penilaian environmental social and government (ESG) yang dilakukan Katadata sudah berjalan lebih dari empat tahun lamanya. Namun, dashboard yang dirilis tahun ini lebih komprehensif. 

“Akan ada scoring, ada communication, ada activations. Pada ujungnya ada consulting activity yang kami lakukan. Ini layanan yang terintegrasi dalam bentuk dashboard,” kata Metta dalam sambutannya di Katadata ESG Forum: ESG untuk Akselerasi Dekarbonisasi dan Bisnis Hijau di Jakarta, Senin (6/4). 

Melalui KESGI, masyarakat dapat melihat kinerja keberlanjutan oleh lebih dari 200 perusahaan di Indonesia pada sembilan sektor, yaitu perbankan, batu bara, perkebunan, minyak dan gas, makanan dan minuman, transportasi dan logistik, rumah tangga, mineral, serta telekomunikasi. 

KESGI Terapkan 100 Indikator

KESGI menerapkan 100 indikator untuk menilai keberlanjutan perusahaan. Hasil penilaian ini dapat diakses melalui dashboard KESGI akan terus diperbarui setiap tahun. Metta pun tak menutup kemungkinan bertambahnya perusahaan untuk ikut ditinjau melalui penilaian KESGI. 

Keberadaan KESGI tidak lepas dari kebutuhan industri untuk melengkapi laporan keberlanjutannya. Sejauh ini, kata Metta, tingkat kepatuhan perusahaan untuk merilis laporan keberlanjutan – terutama yang melantai di BEI – sudah mencapai lebih dari 90 persen. 

Akan tetapi, ketersediaan data dan informasi mengenai ESG masih menjadi tantangan, di samping keterbatasan sumber daya manusia. “Jadi ini sebetulnya sangat dibutuhkan ketersediaan data yang memadai,” ucap Metta. 

Karena itu, KESGI menjadi inisiatif yang dilakukan Katadata untuk menutup celah dan tantangan tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik pun mengapresiasi langkah Katadata. 

“Kami tentu sangat mengapresiasi inisiatif Katadata dalam menghadirkan forum ini sebagai ruang dialog yang konstruktif dan sekali lagi berbasis data,” ucap Jeffrey. Menurut dia, inisiatif ini relevan seiring meningkatnya urgensi transformasi menuju ekonomi yang rendah karbon.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas