Surabaya Puncaki Daftar Wilayah dengan Polusi Udara Terburuk di RI Pagi Ini

ANTARA FOTO/Umarul Faruq/wsj.
Foto udara pengendara melintasi jalan tol ruas Simpang Susun Waru yang menghubungkan Tol Surabaya-Mojokerto dan Tol Surabaya-Porong di perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Jawa Timur, Kamis (19/3/2026).
4/5/2026, 08.48 WIB

Polusi udara di Surabaya, Jawa Timur, terpantau paling buruk se-Indonesia pagi ini. Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 07.05 WIB, poin AQI wilayah itu mencapai lebih dari 150 atau termasuk dalam kategori kualitas udara tidak sehat. 

Pada kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, orang hamil, atau penderita penyakit jantung dan paru rentan mengalami efek kesehatan. 

“Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” kata IQAir, dikutip pada Senin (4/5). 

IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dalam kondisi ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG juga beberapa kali mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya jika berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara tinggi.

Berikut daftar lima kota di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini:

  1. Surabaya, Jawa Timur, dengan poin AQI 155 atau dalam kategori tidak sehat.
  2. Tangerang, Banten, dengan poin AQI 152 atau dalam kategori tidak sehat.
  3. Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 142 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
  4. Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 134 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  5. Bekasi, Jawa Barat, dengan poin AQI 133 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Sementara itu, Kota Pekanbaru di Riau memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 26. Pontianak di Kalimantan Barat menyusul di urutan kedua dengan poin AQI 28 dan Palangka Raya di Kalimantan Tengah di urutan ketiga dengan poin AQI 40. Kualitas udara ketiganya tergolong baik.

Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara terbaik pagi ini adalah Nairobi di Kenya, Canberra di Australia, dan Almaty di Kazakhstan dengan poin AQI 13. Berikutnya ada Melbourne di Australia dengan poin AQI 14. Kota-kota besar itu masuk dalam kategori kualitas udara baik.

Kualitas Udara Baghdad Masuk Kategori Berbahaya

Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut, Baghdad di Irak menjadi kota besar dunia dengan kualitas udara terburuk di dunia pagi ini, bahkan dalam level berbahaya. Berikut daftarnya:

  1. Baghdad, Irak, dengan poin AQI 1.519 atau dalam kategori berbahaya.
  2. Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan poin AQI 166 atau dalam kategori tidak sehat. 
  3. Kampala, Uganda, dengan poin AQI 158 atau dalam kategori tidak sehat.
  4. Dhaka, Bangladesh, dengan poin AQI 132 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
  5. Doha, Qatar, dengan poin AQI 107 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Indeks AQI merupakan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.  

Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.  

Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150.  

Adapun kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.

Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas