Kurangi Sampah Laut, DANA dan KKP Kolaborasi Dukung Target Ekonomi Biru

Katadata
Suasana kegiatan membersihkan pantai dalam acara ‘Turn the Tide: Waste to Waves, Langkah Kecil yang Terkumpul, Akan Membawa Gelombang Perubahan yang Besar’ yang diinisiasi DANA bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia di Pantai Petitenget, Bali (13/06/2026).
14/6/2026, 10.59 WIB

DANA bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menyelenggarakan kegiatan konservasi wilayah pesisir pantai bertajuk ‘Turn the Tide: Waste to Waves, Langkah Kecil yang Terkumpul, Akan Membawa Gelombang Perubahan yang Besar’ di Pantai Petitenget, Bali, Sabtu (14/6). Agenda tersebut berangkat dari komitmen keberlanjutan dan semangat kolaborasi untuk menjaga ekosistem pesisir dan laut Indonesia,

Director of Communications DANA Indonesia, Olavina Harahap, mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari rangkaian pra-acara Ocean Impact Summit (OIS) 2026 sekaligus memperingati World Ocean Day dan Coral Triangle Day yang jatuh di bulan Juni. Kegiatan ini juga mendukung Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) yang menjadikan penanganan sampah laut dan pengelolaan limbah pesisir sebagai salah satu agenda prioritas Indonesia.

Melibatkan komunitas lokal, universitas, masyarakat setempat, dan karyawan DANA, gerakan ini sukses mengumpulkan sebanyak 317,3 kilogram sampah.

“Kami percaya teknologi memiliki peran penting dalam mendukung gaya hidup yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Namun, setiap inovasi yang dilakukan harus berjalan beriringan dengan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan dan masa depan bersama, sehingga kita dapat bersama-sama mewujudkan target Blue Economy di Tanah Air,” ujar Ola.

Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menilai kolaborasi bersama DANA dalam kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat terhadap perlindungan ekosistem laut Indonesia. KKP sendiri juga memiliki program Laut Sehat Bebas Sampah (LAUT SEBASAH) untuk memperkuat berbagai upaya pencegahan dan penanganan sampah guna menjaga kualitas ekosistem pesisir dan laut.

“Kami mengapresiasi komitmen DANA terhadap isu keberlanjutan. Ke depan, kami berharap DANA dapat memperluas kontribusinya dalam mendukung pelestarian bahari Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan siap menjadi mitra strategis dalam mewujudkan tujuan bersama tersebut demi masa depan laut Indonesia yang lebih berkelanjutan,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara.

Pada momentum ini juga dilaksanakan deklarasi dan penandatanganan komitmen zero waste untuk mewujudkan kawasan bebas sampah di Pantai Petitenget. Penandatanganan ini dilakukan oleh beberapa pihak termasuk perwakilan dari Pemerintah, perwakilan pelaku usaha dan masyarakat, perwakilan pengolah sampah, serta perwakilan offtaker/ekonomi sirkuler. Penandatanganan ni diharapkan mendorong terciptanya iklim usaha yang tidak hanya mengedepankan keuntungan bisnis, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan di sekitarnya.

Transaksi Digital Bisa Jaga Ekosistem Laut

Selain beach clean-up, DANA juga menggalakkan kembali program edukasi Ocean Buddy yang mana pengguna dapat mengambil peran secara langsung dalam konservasi laut. Ocean Buddy merupakan game interaktif di aplikasi DANA yang mendukung perlindungan hiu paus di Indonesia. Sejak diluncurkan pada Oktober tahun lalu, lebih dari 13 juta pengguna DANA telah menggunakan Ocean Buddy.

Ocean Impact Summit (OIS) sendiri merupakan forum yang mempertemukan pemimpin dan pelaku industri global untuk mendorong potensi Blue Economy melalui kolaborasi, inovasi, dan solusi berkelanjutan. Forum ini bertujuan memperkuat kebijakan, investasi, dan kemitraan lintas sektor guna mendukung target iklim global dan UN Decade of Ocean Science.

Di samping itu, DANA juga mendukung keberlanjutan yang tercermin dalam setiap transaksi di aplikasi. Merujuk pada Sustainability Report 2024, DANA mencatat bahwa setiap transaksi di aplikasi hanya menghasilkan 0,14 gram CO₂e, atau setara sekitar 3 persen emisi dibandingkan satu email biasa yang rata-rata menghasilkan 4 gram CO₂e.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.