BMKG: Hujan Ekstrem Berpotensi Guyur Sumatra Sepekan ke Depan

Freepik
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta sejumlah wilayah siaga menghadapi hujan deras dalam sepekan ke depan.
27/10/2026, 15.42 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa Siklon Tropis Arnab yang kini berada di sekitar Teluk Benggala, sisi timur laut Samudra Hindia, tidak berdampak langsung terhadap cuaca dan gelombang laut di Indonesia. Hujan sedang hingga ekstrem yang mengguyur sebagian Sumatra belakangan, justru dipicu dinamika atmosfer lain.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan, per 27 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, Siklon Tropis Arnab berada di sekitar Teluk Benggala, koordinat 16,0 derajat LU dan 84,8 derajat bujur timur di luar wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.

Sistem tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 90 knot atau sekitar 166 km per jam dengan tekanan udara minimum 968 hPa. Dalam 24 jam ke depan, Arnab diperkirakan bergerak ke arah barat - barat laut dan mulai memasuki daratan India. Meski begitu, Arnab diprediksi mulai melemah dalam dua hari ke depan. 

Perkembangan Siklon Tropis Arnab, kata Andri, terus dipantau melalui analisis data pengamatan, citra satelit, dan model prediksi cuaca. 

“Berdasarkan analisis saat ini, sistem tersebut tidak memberikan dampak langsung terhadap cuaca dan gelombang laut di Indonesia,” kata Andri, dalam keterangan resmi dikutip pada Selasa (27/10).

Siklon Tropis Arnab terbentuk di perairan Teluk Benggala pada Senin (26/10), berkembang dari bibit siklon tropis 98B yang telah terpantau sejak 19 Oktober 2026, saat masih berada di sekitar Laut Andaman. 

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyampaikan peringatan dini terbentuknya bibit siklon 98B yang berpotensi memengaruhi dinamika atmosfer di Sumatra Utara dan Aceh sepekan ke depan.

Namun, BMKG menyatakan hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatra dalam tiga hari terakhir dipengaruhi oleh sirkulasi siklonik baru di Laut Andaman utara Aceh, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), dan Gelombang Rossby Ekuatorial di Sumatra bagian utara. Begitu juga pengaruhnya beberapa waktu ke depan.

Berdasarkan pemodelan cuaca, peluang penguatan sirkulasi siklonik tersebut masih tergolong rendah dalam 24 jam ke depan. Pergerakannya juga diprediksi menjauhi Indonesia dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Meskipun demikian, sirkulasi ini juga dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif, sehingga meningkatkan peluang hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah Sumatra bagian utara.

“Masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah, terutama Sumatra bagian utara,” ujar Sekretaris Utama BMKG Guswanto. 

Potensi Cuaca Sepekan ke Depan

Berdasarkan perkiraan BMKG, sebagian wilayah Sumatra bagian utara seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat bagian utara, dan Riau bagian utara, memang telah memasuki periode musim hujan. 

Akan tetapi, aktivitas MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan sirkulasi siklonik di Laut Andaman di dekat Sumatra dan sebelah utara Papua Barat Daya dapat memicu hujan signifikan dalam skala harian.

Berdasarkan perkiraan BMKG, pada Dasarian 1 (1-10) November 2026, hampir 78% wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori menengah: 50-150 milimeter per dasarian. Wilayah yang dimaksud mencakup Sumatra, Kalimantan, Papua, serta sebagian Jawa dan Sulawesi. Sementara itu, curah hujan kategori rendah diperkirakan mendominasi sebagian wilayah Lampung, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. 

Hujan Lebat Berpotensi Melanda Sumut, Jatim, hingga Kalbar

Untuk sepekan ke depan, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebih di sejumlah wilayah. Pada periode 27-29 Oktober, status tersebut berlaku untuk wilayah Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Pada 30 Oktober - 2 November, status siaga hujan lebat berlaku untuk Kalimantan Barat dan potensi angin kencang untuk beberapa wilayah Sumatra, Jawa, dan Sulawesi Selatan.

Adapun untuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, BMKG mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang selama sepekan ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem. Kenali kondisi lingkungan sekitar, tingkatkan kewaspadaan ketika hujan lebat berlangsung, dan ikuti arahan pihak berwenang apabila kondisi cuaca berpotensi membahayakan,” ujar Guswanto.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas