Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik, Australia Rilis Standar Emisi

ANTARA FOTO/REUTERS/Stephen Lam/AWW/dj
Australia merilis opsi standar baru pada emisi kendaraan, pada Minggu (4/2). Negara ini semakin dekat untuk menyelesaikan aturan untuk meningkatkan penyerapan kendaraan listrik.
Penulis: Hari Widowati
5/2/2024, 08.49 WIB

Australia merilis opsi standar baru pada emisi kendaraan, pada Minggu (4/2). Negara ini semakin dekat untuk menyelesaikan aturan untuk meningkatkan penyerapan kendaraan listrik, sejalan dengan standar di sebagian besar negara maju lainnya.

Peta jalan menuju standar efisiensi bahan bakar diumumkan tahun lalu oleh pemerintahan Partai Buruh, yang memenangkan kekuasaan pada tahun 2022 dengan janji reformasi kebijakan iklim. Peta jalan ini merupakan sebuah kebijakan yang akan memacu para produsen untuk mengirimkan lebih banyak mobil listrik ke Australia dan lebih jauh lagi mendorong adopsinya.

Selain Rusia, Australia adalah satu-satunya negara maju yang tidak memiliki atau sedang mengembangkan standar efisiensi bahan bakar. Seperti dilaporkan Reuters, pemerintah Australia mengatakan bahwa mereka lebih menyukai opsi yang akan "membawa Australia sejalan dengan standar AS pada tahun 2028 dan memberikan hasil manfaat biaya yang optimal bagi pembeli mobil Australia".

Menurut Menteri Energi Australia Chris Bowen, standar baru yang diberlakukan pemerintah mulai 1 Januari 2025 ini akan menghemat biaya bahan bakar kendaraan bermotor sebesar A$100 miliar (US$65 miliar) hingga tahun 2050.

"Ini adalah tentang memastikan keluarga dan bisnis Australia dapat memilih mobil dan kendaraan terbaru dan paling efisien, baik itu mesin bensin dan diesel, atau hibrida, atau listrik," kata Bowen.

Menurut asosiasi otomotif Australia, penjualan kendaraan listrik (EV) di negara itu mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada tahun 2023. Namun, penjualan kendaraan ringan tetap didominasi oleh truk yang padat emisi dan kendaraan sport utility vehicle (SUV).

Transportasi adalah salah satu sumber emisi terbesar di Australia. Penggunaan kendaraan listrik yang lebih tinggi akan mendukung janji pemerintah untuk mengurangi emisi sebesar 43% pada tahun 2030.