Cina Kuasai Hampir 70% dari Pasar Baterai Kendaraan Listrik Global
Produsen baterai Cina terus mendominasi pasar global dan mencetak rekor baru. Laporan terbaru SNE Research, menunjukkan Cina menguasai hampir 70% dari pasar baterai kendaraan listrik global yang memiliki kapasitas terpasang 933,5 GWh dalam sepuluh bulan pertama tahun 2025, naik signifikan dari tahun sebelumnya.
Dari sepuluh pemasok teratas dunia, enam berbasis di Tiongkok, dengan pangsa gabungan sebesar 68,9% atau sekitar 644,4 GWh. CATL dan BYD tetap menjadi pemimpin, kedua perusahaan ini menyumbang lebih dari setengah kapasitas baterai terpasang di dunia.
Menurut laporan mezha.ua, CATL mempertahankan statusnya sebagai produsen terbesar di dunia dengan 355,2 GWh dan pangsa 38,1%. Ini lebih dari dua kali lipat angka pesaing terdekatnya.
BYD berada di urutan kedua, dengan 157,9 GWh dan pangsa pasar 16,9%. Perusahaan ini unik karena memproduksi baterai dan kendaraan listriknya sendiri. Pada kuartal ketiga tahun 2025, BYD menjual 5,39 juta kendaraan listrik (BEV + PHEV), meningkat 31% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perusahaan-perusahaan Tiongkok lainnya – seperti Gotion High-tech, CALB, EVE Energy, dan SVOLT – juga terus memperkuat posisi mereka.
Pangsa Pasar Produsen Korea dan Jepang Menurun
Pemasok Korea Selatan dan Jepang tetap berada di puncak peringkat, tetapi pangsa pasar mereka secara bertahap menurun. LG Energy Solution tetap menjadi produsen baterai kendaraan listrik terbesar ketiga di dunia dengan 86,5 GWh.
Perusahaan itu memasok baterai untuk Kia, Chevrolet, dan beberapa model Tesla, yang penjualannya melambat. Sementara itu, Panasonic, SK On, dan Samsung SDI memasok baterai ke Tesla, Hyundai, Ford, Volkswagen, BMW, dan Audi.
Persaingan global bergeser ke arah lokalisasi produksi, dengan perusahaan-perusahaan yang berupaya membangun pabrik lebih dekat dengan tempat mobil dirakit di Eropa dan Amerika Utara, serta mengamankan kontrak jangka panjang untuk bahan baku.
Pada saat yang sama, pasar menuntut teknologi yang lebih baik – kepadatan energi yang lebih tinggi, umur yang lebih panjang, dan rantai pasokan yang lebih stabil. Persaingan di antara produsen baterai kendaraan listrik diprediksi semakin ketat setelah tahun 2026, dengan Asia yang terus menjadi kekuatan terbesar di dunia kendaraan listrik.
Pada 2030, beberapa produsen kendaraan listrik Cina diprediksi masuk ke dalam sepuluh perusahaan otomotif terbesar di dunia, yang secara signifikan akan mengubah keseimbangan kekuatan di industri otomotif global.