Berapa Biaya Pasang PLTS Atap di Rumah? Ini Hitung-hitungan Awalnya
Di tengah kekhawatiran akan krisis energi dan naik-turunnya harga listrik, sebagian masyarakat mulai melirik opsi ketahanan energi di rumah. Salah satu yang kerap disebut adalah pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap. Apalagi Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar karena paparan sinar matahari yang relatif tinggi sepanjang tahun.
Pertanyaannya, berapa biaya yang dibutuhkan untuk memasang PLTS di rumah tinggal?
Pembangunan PLTS memang membutuhkan investasi awal yang relatif besar. Meski begitu, sistem ini berpotensi menghemat biaya listrik dalam jangka panjang. Panel surya umumnya memiliki umur pakai sekitar 25-30 tahun.
Mengutip perusahaan pengembang energi terbarukan Power Surya, rumah tinggal atau kantor kecil biasanya menggunakan PLTS skala kecil dengan kapasitas sekitar 1 hingga 20 kilowatt peak (kWp). Semakin besar kapasitas sistem yang dipasang, semakin besar pula energi listrik yang dapat dihasilkan.
Jenis PLTS Atap dan Estimasi Biaya Pemasangan
PLTS atap dapat dibangun dengan beberapa jenis sistem. Pertama, on-grid, yaitu sistem yang terhubung langsung dengan jaringan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sistem ini biasanya membutuhkan pengajuan izin karena penerapannya mengikuti kuota pemasangan di tiap daerah.
Kedua, off-grid, yaitu sistem yang berdiri sendiri tanpa terhubung ke jaringan listrik dan umumnya menggunakan baterai sebagai penyimpan energi. Ketiga, hybrid, yakni kombinasi antara sistem on-grid dengan baterai penyimpanan energi.
Biaya pemasangan PLTS sangat bergantung pada kapasitas sistem serta jenis instalasi yang dipilih. Panel surya menjadi komponen utama sekaligus penyumbang biaya terbesar dalam sistem PLTS. Harga panel biasanya dihitung berdasarkan kapasitas watt peak (Wp).
Berdasarkan informasi dari Power Surya, kisaran biaya panel untuk kapasitas 1 kWp (1.000 Wp) sekitar Rp15 juta sampai Rp20 juta. Kemudian, kapasitas 2-3 kWp, sekitar Rp25 juta sampai Rp40 juta. Sedangkan 5 kWp, antara Rp70 juta sampai Rp90 juta.
Di luar panel surya, terdapat sejumlah komponen tambahan yang memengaruhi total biaya. Salah satunya adalah inverter atau konverter yang berfungsi mengubah listrik dari panel surya menjadi arus yang dapat digunakan peralatan rumah tangga.
Ada pula biaya baterai penyimpanan energi, terutama jika sistem yang dipilih adalah hybrid atau off-grid. Penggunaan baterai memungkinkan listrik dari panel surya disimpan dan digunakan pada malam hari. Namun komponen ini cukup mahal, sehingga sistem on-grid tanpa baterai biasanya memiliki biaya total yang lebih rendah.
Selain itu, pemasangan PLTS memerlukan struktur rangka, braket, kabel, serta tenaga teknisi instalasi. Besarnya biaya komponen ini bergantung pada kondisi atap rumah serta tingkat kerumitan pemasangan.
Simulasi Perhitungan Kapasitas yang Dibutuhkan
Penentuan kapasitas PLTS atap bisa ditentukan dengan dengan menghitung kebutuhan listrik rumah tangga serta target penghematan yang diinginkan.
Sejumlah situs menyediakan kalkulator untuk memperkirakan kebutuhan kapasitas PLTS. Salah satunya tersedia di situs pengembang energi terbarukan SUN Energy: https://sunergy.id/kalkulator-plts-nem/.
Simulasi Perhitungan Kebutuhan Kapasitas PLTS