Indonesia Miliki 277 GW Potensi Energi Angin Lepas Pantai yang Belum Tersentuh

Vecteezy.com/Siraphol Siricharattakul
World Bank atau Bank Dunia mengungkapkan Indonesia memiliki potensi energi angin lepas pantai (offshore wind) hingga 277 gigawatt (GW).
9/6/2026, 18.48 WIB

World Bank atau Bank Dunia mengungkapkan Indonesia memiliki potensi energi angin lepas pantai (offshore wind) hingga 277 gigawatt (GW). Potensi ini banyak dijumpai sisi selatan Jawa di sekitar Jakarta, Aceh, Natuna, Sulawesi, dan di perairan Indonesia timur. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan. 

Secara global, pemanfaatan angin lepas pantai ini telah membangkitkan 80-100 GW listrik. Pertumbuhannya dinilai sangat cepat dan sebagian besar berasal dari Cina. 

Bobby Weliyanto dari Alumni Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung (ALKA IBT) mengatakan, potensi energi angin  lepas pantai yang dimiliki Indonesia setidaknya bisa mendukung empat aspek, yaitu ketahanan energi, dekarbonisasi, elektrifikasi, dan pertumbuhan industri. 

“Kita ingin punya ketahanan energi yang baik, salah satunya dengan sustainable energy, renewable energy, karena enggak habis-habis,” kata Bobby, dalam diskusi di Peringatan Hari Laut 2026: Sustainable Marine Resources for Our Blue Planet, di Jakarta, Selasa (9/6). 

Komitmen nasional maupun global terhadap pengurangan emisi karbon juga bisa dicapai melalui adopsi energi terbarukan seperti offshore wind. Di sisi lain, transisi elektrifikasi kendaraan misalnya, membutuhkan jaringan dan pasokan yang mumpuni. Lagi-lagi, energi dari offshore wind bisa menjadi opsi.

Ciptakan Multiplier Effect

Terkait pertumbuhan industri, Bobby menilai, pengembangan offshore wind dapat menciptakan multiplier effect

“Satu TCF (triliun cubic feet) minyak dan gas biasanya bikin satu jacket, kalau satu gigawatt di offshore wind itu sekitar 70 jacket, jadi teman-teman fabrikasi akan penuh,” ujar dia. Meskipun berdampak pada kebutuhan biaya yang lebih tinggi. 

Bobby mengatakan, bukti pertumbuhan industri dari pengembangan offshore wind juga sudah tergambar di Taiwan. Sebagai informasi, jacket yang dimaksud adalah desain anjungan atau kerangka besi di tengah laut sebagai pondasi. Dalam hal ini untuk turbin pembangkitan listrik di laut lepas. 

Bobby kemudian menjelaskan, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan energi ini, karena cenderung tidak berisiko mengalami taifun atau badai siklon tropis yang bisa mengganggu kinerja pembangkit listrik angin. 

Meski begitu, di beberapa lokasi, risiko terjadinya gempa – mengingat Indonesia berada di Cincin Api Pasifik – harus dipertimbangkan. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas