Kadin dan Organisasi PBB untuk Migrasi Luncurkan Mekanisme Pendanaan Iklim

Katadata/Fauza Syahputra
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menyampaikan sambutan pada acara World Economic Forum (WEF) Indonesian CEO Dinner 2025 di Jakarta, Jumat (23/5/2025).
1/10/2025, 16.15 WIB

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama International Organization for Migration (IOM) resmi meluncurkan Climate Catalytic Fund (CCF), sebuah mekanisme pendanaan untuk mempercepat solusi adaptasi perubahan iklim di Indonesia. 

Dalam sambutannya, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan peran strategis dunia usaha dalam menggerakkan transisi hijau dan membangun ketangguhan terhadap bencana.  Dia menjelaskan, CCF menghadirkan model kemitraan strategis yang dapat menyatukan pemangku kepentingan untuk mendorong dekarbonisasi, elektrifikasi, sekaligus menjaga biodiversitas. 

“Melalui pendanaan ini, kita menggerakkan seluruh komponen ekonomi swasta, BUMN, UMKM, hingga koperasi menuju visi Indonesia Incorporated dan pembangunan berkelanjutan,” ungkap Anindya dikutip dari pernyataan resmi, Rabu (1/10).

Sementara itu, Chief of Mission IOM Indonesia, Jeffrey Labovitz menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta.“Perpindahan penduduk akibat iklim adalah isu mendesak yang mempengaruhi jutaan orang. Kita membutuhkan kemitraan dunia usaha untuk memobilisasi dana adaptasi iklim, memastikan investasi mengalir ke solusi yang berkelanjutan dan inklusif.” 

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Sosial & Penanggulangan Bencana, Suryani Motik, menegaskan kesiapsiagaan bencana merupakan fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. 

Melalui program Business Neighborhood Resilience Framework (BNRF), KADIN membekali pelaku usaha, khususnya UMKM, dengan panduan praktis menghadapi bencana. 

“Kami percaya bisnis bisa membantu bisnis lainnya. Dengan solidaritas dan kesiapan, pengusaha kecil dapat bertahan dan bangkit pasca bencana,” ujarnya. 

Dalam hal ini KADIN menilai peluncuran CCF menegaskan peran strategis sebagai rumah besar dunia usaha, tidak hanya dalam mendorong ekonomi hijau, tetapi juga memperkuat ketahanan bisnis di semua tingkatan. 

“Melalui sinergi sektor publik, swasta, UMKM, dan komunitas, CCF diharapkan menjadi model kolaborasi efektif menuju Indonesia Emas 2045 yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh,” tutup Anindya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah