Berpengalaman Kelola Sampah, Simak Profil Perusahaan Peserta Tender WtE

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww.
Ilustrasi WtE. Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah, Selasa (28/6/2022).
Editor: Arif Hulwan
6/2/2026, 11.32 WIB

Jakarta – Proyek pengelolaan sampah yang menghasilkan listrik, Waste to Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), kini sudah masuk fase tender dengan peserta dari 24 perusahaan internasional-nasional berpengalaman. Pembentukan konsorsium wajib dilakukan untuk memastikan transfer teknologi.

“Bagi Danantara Indonesia, WtE bukan sekadar proyek teknologi, melainkan bagian dari kebijakan publik lintas sektor. Karena itu, fokus kami adalah memastikan tata kelola yang kuat sejak hulu, termasuk proses pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL yang transparan dan berbasis mitigasi risiko,” ujar Fadli Rahman, Lead of Waste-to-Energy Danantara Investment Management, dalam peluncuran 'Ringkasan kebijakan: Waste to Energy (WtE)' dari Tenggara Strategics, Rabu (21/1/2026).

Perusahaan-perusahaan ini menjadi peserta tender usai dinyatakan lolos Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) proyek WtE fase pertama, 31 Oktober 2025. Proyek tahap pertama ini akan dilaksanakan di tujuh kota yang dinilai paling siap, yakni Bali, Bogor, Bekasi, Yogyakarta, Tangerang, Semarang, dan Medan.

Managing Director Investment Danantara Indonesia Stefanus Ade mengatakan pihaknya memilih para pemain global yang sudah berpengalaman di sektor WtE dengan teknologi insinerator yang terbukti andal.

“Kita ajak pemain global yang memang punya pengalaman. Jadi kita yakin, begitu kita eksekusi, bisa eksekusi dengan benar,” kata dia, di Jakarta, Senin (3/11/2025) dilansir Antara.

Sebelum ikut tender, 24 perusahaan itu diwajibkan membentuk konsorsium dengan mitra lokal, seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), atau swasta nasional. Setiap konsorsium akan bersaing untuk menjadi pengembang dan pengelola PSEL di tiap kota tersebut.

Pembentukan konsorsium ini dilakukan agar terjadi alih pengetahuan dan teknologi. Pemain lokal di industri pembangkit listrik maupun energi terbarukan pun dapat berpartisipasi dan mengembangkan kapasitasnya di proyek-proyek yang dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 ini.

Deretan Perusahaan Peserta Tender WtE

24 perusahaan yang ikut tender WtE itu mayoritas berasal dari Tiongkok (15), sisanya dari Jepang (3), Hong Kong (2), Singapura (1), Tiongkok-Indonesia (2), dan Prancis (1).

Berikut profil sebagian perusahaan global tersebut:

1. Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering (Jepang)

Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering (MHIEC) merupakan anak usaha Mitsubishi Heavy Industries yang fokus pada teknologi pengolahan limbah dan energi lingkungan. Perusahaan ini mengembangkan berbagai sistem WtE seperti stoker incinerator, gasifikasi limbah padat, serta teknologi pengolahan abu dan gas buang.

MHIEC mewarisi bisnis perlindungan lingkungan MHI sejak 2008 dan memiliki pengalaman panjang dalam pembangunan, pengoperasian, serta pemeliharaan fasilitas pengolahan limbah di Jepang dan internasional.

Perusahaan tercatat memiliki ratusan referensi fasilitas pengolahan limbah termasuk proyek WtE di Asia, serta terlibat dalam proyek penyediaan insinerator WtE di Taiwan, Singapura, termasuk operasi dan pemeliharaan fasilitas TuasOne yang menjadi salah satu proyek terbesar di Asia Tenggara.

2. PT MCC Technology Indonesia (Tiongkok - Indonesia)

PT MCC Technology Indonesia merupakan bagian dari Metallurgical Corporation of China (MCC Group), perusahaan konstruksi dan engineering (rekayasa) milik negara Tiongkok. MCC berpengalaman dalam proyek EPC skala besar termasuk fasilitas pengolahan limbah, industri energi, dan infrastruktur perkotaan.

Di sektor lingkungan, MCC menyediakan layanan desain, pembangunan, serta integrasi teknologi pengolahan limbah dan energi, terutama melalui proyek-proyek infrastruktur industri dan kota terpadu.

3. Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd (Tiongkok)

Chongqing Sanfeng Environment adalah perusahaan publik yang menyediakan layanan lengkap proyek WtE mulai dari investasi, EPC, manufaktur peralatan, hingga operasi dan pemeliharaan.

Perusahaan mengadopsi teknologi WtE dari Martin GmbH Jerman sejak 2000 dan mengembangkan sistem stoker boiler, pengolahan gas buang, serta sistem kontrol fasilitas WtE. Ia didukung oleh sejumlah BUMN Tiongkok dan menjadi salah satu operator WtE terintegrasi utama di negara tersebut.

4. SUS Indonesia Holding Limited (Singapura)

SUS Indonesia Holding Limited merupakan bagian dari SUS Environment, perusahaan pengelolaan limbah dan energi lingkungan berbasis teknologi insinerasi. SUS mengembangkan proyek WtE dengan pendekatan investasi, EPC, dan pengoperasian fasilitas pengolahan limbah menjadi energi.

Berpengalaman hampir dua dekade dan telah terlibat dalam 90 proyek di seluruh dunia, SUS Environment menjadi salah satu pelopor inovasi pengelolaan sampah. Teknologi yang dikembangkan memadukan sejumlah sistem, seperti thermal treatment, energy recovery, dan pengendalian emisi yang sesuai dengan standar internasional.

5. Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Prancis)

Perusahaan asal Prancis ini bergerak dalam pengelolaan air, limbah, dan energi. Dalam sektor WtE, Veolia mengoperasikan fasilitas insinerasi yang mengubah limbah non-daur ulang menjadi energi berupa listrik maupun panas untuk jaringan industri dan pemanas distrik.

Veolia Environmental Services Asia merupakan bagian dari Veolia Environnement, perusahaan layanan lingkungan asal Prancis yang telah beroperasi selama lebih dari 170 tahun dan terdaftar di Euronext Paris.

Di Asia Tenggara, Veolia menyediakan layanan pengelolaan limbah, energi, pengolahan air, dan solusi lingkungan yang mendukung pengurangan emisi karbon.

6. China Conch Venture Holding Limited (Hong Kong)

China Conch Venture Holdings Co., Ltd. merupakan grup usaha berskala besar di bidang konservasi energi dan perlindungan lingkungan yang tercatat di Bursa Efek Hong Kong, sejak 19 Desember 2013.

Perusahaan menyediakan solusi terpadu yang mencakup pengolahan sampah domestik, limbah padat dan limbah B3, air tercemar, material bangunan baru, logistik pelabuhan, hingga pembangkit listrik dari panas buangan.

Sejak melantai di bursa, Conch Venture meningkatkan bisnis perlindungan lingkungannya dengan mengandalkan dua teknologi inti, yakni insinerasi sampah domestik berbasis grate furnace dan co-processing limbah industri serta limbah B3.

7. Wangneng Environment Co., Ltd (Tiongkok)

Wangneng Environment Co., Ltd. (002034) merupakan perusahaan lingkungan hidup asal Zhejiang yang berfokus pada pengelolaan terpadu sampah perkotaan dan termasuk pemain utama industri persampahan di Tiongkok. Perusahaan ini mengembangkan pendekatan hijau dan sirkular berbasis teknologi, dengan jaringan operasi domestik dan internasional.

Di sektor WtE, Wangneng berpengalaman membangun dan mengoperasikan 21 fasilitas insinerasi sampah dengan kapasitas lebih dari 8,8 juta ton per tahun, menghasilkan sekitar 3,04 miliar kWh listrik bersih.

Kehadiran deretan perusahaan global tersebut mencerminkan posisi proyek WtE sebagai agenda strategis nasional. Ke depan, keberhasilan proyek WtE tak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi dan besarnya investasi. Ini perlu didukung pula oleh regulasi, konsistensi tata kelola, kesiapan pemerintah daerah dan mitra nasional dalam operasional berkelanjutan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.