Cemaran Pestisida Menyebar Sejauh 22,5 Km, KLH Periksa Pemilik Gudang Tangsel
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tengah memeriksa PT Biotek Saranatama, pemilik dari gudang pestisida yang terbakar di Tangerang Selatan dan menyebabkan cemaran kimia ke Sungai Jaletreng, anak Sungai Cisadane. Cemaran kimia dilaporkan menyebar ke aliran sungai sepanjang 22,5 kilometer, yang mencakup Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.
“Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat di sekitarnya,” kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq melalui keterangan tertulis, Rabu (11/2).
Gudang pestisida milik Biotek Saranatama berlokasi di Kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD Serpong Blok K3 Nomor 37, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Gudang menyimpan pestisida jenis cypermetrin dan profenofos yang umumnya digunakan untuk mengendalikan hama tanaman.
Kebakaran yang terjadi pada Senin (9/2) lalu menyebabkan sekitar 20 ton bahan pestisida terbakar. Air sisa pemadaman kemudian bercampur dengan residu bahan kimia hingga mengalir ke badan sungai.
KLH melakukan pemeriksaan penyeluruh hingga ke hulu Sungai Cisadane. KLH telah mengambil sampel air dari hulu dan hilir Sungai Cisadane, serta mengumpulkan sampel ikan mati dan biota laut lainnya untuk uji laboratorium. Pemeriksaan melibatkan ahli toksikologi.
Hanif mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tidak menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. “Karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata, serta gangguan pernapasan jika uapnya terhirup,” kata dia.
Pasokan Air Baku Dinormalisasi, Tapi Kualitas Air Masih Tanda Tanya
Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Aetra Tangerang dan PDAM Tirta Benteng Tangerang telah kembali mengalirkan pasokan air baku setelah sebelumnya sempat melakukan penghentian sementara. Namun, kesehatan air masih tanda tanya. Ditambah lagi, Menteri Hanif menganjurkan agar warga Tangerang dan sekitarnya tidak menggunakan dulu air Sungai Cisadane.
PDAM Tirta Benteng meminta pelanggan untuk menghindari konsumsi air yang berbau dan keruh. “Apabila air masih berbau, berbusa, berminyak, menurut bagian laboratorium PDAM Kota Tangerang disarankan tidak digunakan masak dan minum selama 2 hari,” demikian jawaban customer service PDAMTirta Benteng ketika ditanya Katadata soal kelayakan air, pada Rabu (11/2).
PDAM Tirta Benteng menjelaskan, akibat aliran air sempat terhenti, ada kemungkinan menumpuknya lumpur di dalam pipa yang juga bisa memengaruhi kualitas air. Lantas, apakah akan ada kompensasi untuk warga karena penurunan kualitas air? "Untuk kompensasi, belum ada informasi dari manajemen," demikian jawab PDAM Tirta Benteng.