Menteri Hanif Minta Warga Tangerang Setop Sementara Pakai Air Sungai Cisadane
Kurang dari 24 jam pasca-insiden cemaran pestisida di Sungai Cisadane, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) wilayah Tangerang sudah kembali memasok air baku ke masayarakat. Namun ternyata, kelayakan air masih tanda tanya.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memperingatkan masyarakat Tangerang, Tangerang Selatan, dan sekitarnya untuk tidak menggunakan air sungai Cisadane untuk kebutuhan sehari-hari. “Karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata, serta gangguan pernapasan jika uapnya terhirup,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (11/2).
PDAM Tirta Benteng juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan air bila menunjukkan adanya cemaran. “Apabila air masih berbau, berbusa, berminyak, menurut bagian laboratorium PDAM Kota Tangerang disarankan tidak digunakan masak dan minum selama dua hari,” keterangan customer service Perumda Tirta Benteng kepada Katadata, pada Rabu (11/2).
Insiden pencemaran pestisida di Cisadane bermula dari kebakaran gudang PT Biotek Saranatama pada Senin (9/2). Kebakaran menyebabkan 20 ton bahan pestisida ikut terbakar. Gudang yang berlokasi di Kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD Serpong, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan ini menyimpan pestisida jenis cypermetrin dan profenofos, yang umum digunakan untuk mengendalikan berbagai hama tanaman.
Berdasarkan peninjauan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), cemaran tersebut telah menyebar hingga kurang lebih 22,5 kilometer, meliputi Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. Berbagai biota akuatik di dalamnya pun terdampak, ditandai dengan kematian ikan mas, ikan baung, ikan patin, ikan nila, dan ikan sapu-sapu.
KLH sudah mengambil sampel air di hulu dan hilir Sungai Cisadane, serta mengumpulkan sampel ikan mati dan biota lainnya untuk uji laboratorium. Pemeriksaan melibatkan ahli toksikologi. Menteri Hanif memastikan akan menindaklanjuti insiden ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.