Orangutan Bolak-Balik RI-Malaysia, Dua Negara Sepakat Jaga Bersama

ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.
Individu Orangutan bergelantungan di dahan pohon di sekitar wisata susur sungai di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Senin (29/3/2021).
26/2/2026, 18.36 WIB

Di hutan Borneo yang lebat, orangutan bergelantungan dari satu pohon ke pohon lain, menyeberangi sungai dan lembah, tanpa pernah tahu kapan dia berada di Indonesia atau sudah masuk Malaysia. Pergerakan “bolak-balik” itu-lah yang kini menjadi perhatian pemerintah Indonesia dan Malaysia.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan pentingnya memperkuat kerja sama perlindungan satwa liar lintas batas. Ini disampaikannya dalam pertemuan bilateral dengan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (25/2).

Raja Juli memaparkan laporan teknis dari Kalimantan Utara mengenai pergerakan orangutan yang melintas antara wilayah Kalimantan, Sabah, dan Sarawak. "Satwa liar tidak mengenal batas negara. Pergerakan mereka bersifat ekologis dan borderless. Karena itu, pendekatan konservasi juga harus melampaui batas administratif kedua negara,” ujarnya.

Spesies orangutan Borneo atau Pongo pygmaeus saat ini berstatus Critically Endangered atau sangat terancam punah dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Populasi orangutan Borneo diperkirakan hanya tersisa puluhan ribu saja. 

Raja Juli menjelaskan, fragmentasi habitat, perubahan tutupan lahan, serta tekanan aktivitas ilegal berpotensi meningkatkan risiko terhadap populasi satwa yang sudah terancam punah tersebut. Selain orangutan, bentang alam yang sama juga dihuni gajah dan bekantan.

Duta Besar Malaysia menyampaikan apresiasi dan menyambut baik inisiatif Indonesia dan menyatakan kesiapan Pemerintah Malaysia untuk memperkuat kolaborasi teknis antarotoritas kehutanan dan konservasi kedua negara. Kerja sama ini diharapkan menjadi model pengelolaan konservasi lintas batas negara di kawasan regional.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.