Kalimantan Membara, Asean Siaga Krisis Asap
Kalimantan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kualitas udara memburuk di wilayah tersebut dan memengaruhi kualitas udara di kawasan Asia Tenggara.
Situs informasi kebakaran NASA menunjukkan titik panas berjejalan di pulau yang adalah lokasi salah satu hutan tropis terbesar dunia tersebut. Sementara itu, titik panas tampak lebih sedikit dan tak terkonsentrasi di wilayah Asean lainnya.
Bila merujuk pada data stasiun pemantauan kualitas udara Aqicn, beberapa wilayah di Kalimantan memiliki kualitas udara yang tidak sehat bahkan sangat tidak sehat pada Kamis (20/8) siang.
Analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan peningkatan penyebaran dan konsentrasi aerosol di atmosfer Kalimantan yang mengindikasikan memburuknya kabut asap karhutla.
Malaysia dan Singapura Siaga Kabut Asap
Pemerintah negara tetangga telah meningkatkan kesiagaan menghadapi risiko kabut asap. Kualitas udara Serawak yang berbatasan darat dengan Indonesia memburuk akibat asap dari kebakaran di dalam wilayah serta kiriman dari Kalimantan Barat. Sedangkan kualitas udara di Singapura terdampak utamanya oleh asap dari kebakaran di Sumatra.
Dalam pernyataan resminya pada 14 Agustus, Wakil Direktur Jenderal di Departemen Lingkungan Malaysia Azuri Azizah Saedon mengungkapkan bahwa otoritas Malaysia fokus melakukan patroli dan penegakan hukum di wilayah yang rentan pembakaran lahan. Saat berita ini ditulis, Kamis siang, 20 Agustus, kualitas udara di beberapa titik di Serawak masih tidak sehat bahkan sangat tidak sehat.
Sedangkan Pemerintah Singapura telah merilis pernyataan resmi tentang kesiapan menghadapi risiko asap pada 9 Agustus lalu. Ketika itu, indeks polusi standar (PSI) berada di rentang moderat tapi mendekati batas tidak sehat. Saat berita ini ditulis, indeks masih berada di rentang moderat.
"Sebanyak 28 lembaga pemerintah yang tergabung dalam Haze Task Force (HTF) siap menjalankan rencana penanganan kabut asap masing-masing jika kualitas udara memburuk hingga masuk kategori tidak sehat, yakni ketika nilai PSI 24 jam melebihi 100," demikian tertulis.
Indeks Polusi Standar (PSI) 24 Jam Singapura (National Environment Agency, Kamis siang, 20 Agustus 2026)
Tertolong Cuaca Basah di Sebagian Asean
Pusat Meteorologi Asean (ASMC) memprediksi kondisi kering masih terjadi di sebagian besar wilayah Asean bagian selatan. Sedangkan bagian utara Kalimantan dan Semenanjung Malaysia, serta bagian utara dan barat Sumatra diperkirakan masih mengalami hujan.
"Kondisi ini membantu menekan kemunculan titik panas dan kabut asap," demikian tertulis dalam analisis ASMC yang diperbaharui pada Kamis (20/8) siang.
Kondisi titik panas dan kabut asap disebut berpotensi terus meningkat di wilayah yang mengalami periode cuaca kering berkepanjangan. "Risiko terjadinya kabut asap lintas batas juga masih ada," begitu tertulis.