Mengenal Perang Browser I, Awal Mula Persaingan Sengit Antar Peramban

123rf
Ilustrasi, akses informasi melalui peramban atau browser.
Penulis: Agung Jatmiko
20/5/2024, 16.05 WIB

Browser atau peramban di zaman modern saat ini telah didukung oleh hampir semua perangkat yang dapat terhubung ke internet. Masyarakat menggunakannya untuk mengakses informasi di internet.

Sebagian besar peramban untuk mengakses internet yang digunakan pada desktop PC atau laptop, berbasis Android dan iOS, serta sistem operasi lainnya. Ada berbagai peramban yang tersedia saat ini, seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera, Safari, Edge, Samsung Internet, Yandex Browser, dan lain-lain.

Namun, tahukah Anda apabila sistem yang ada saat ini, serta banyaknya peramban yang tersedia, muncul dari konflik besar berkepanjangan yang dimulai sejak pertengahan 1990-an dan baru berakhir di pertengahan dekade 2010-an.

Konflik yang dimaksud, dikenal dengan nama Perang Browser, yang terbagi menjadi dua babak, seperti layaknya Perang Dunia. Dua babak tersebut, adalah Perang Browser I, yang berlangsung selama enam tahun, dari 1995 hingga 2001. Kemudian, Perang Browser II, yang merupakan pertempuran sengit dan berkepanjangan antar beberapa browser, yang berlangsung selama 13 tahun, dari 2004 hingga 2017.

Ulasan berikut ini, akan membahas Perang Browser I, yang didahului oleh kemunculan browser populer pertama yang memicu konflik bernama Perang Mosaik.

Browser Populer Pertama dan Perang Mosaic

Mengutip acodez.in, peramban pertama, diciptakan oleh Tim Berners-Lee pada 1991. Ia juga adalah sosok yang menemukan world wide web (www).

Setahun setelah kemunculan peramban buatannya, yang dinamakan WorldWideWeb, banyak browser lain untuk platform yang berbeda keluar. Browser yang banyak bermunculan di masa awal-awal ini, hanyalah perangkat lunak HTML-Viewers sederhana.

Kemudian, pada 1993, browser Mosaic muncul. Peramban ini dikembangkan di National Center for Supercomputing Applications (NCSA) di University of Illinois. Meskipun banyak browser muncul saat itu, Mosaic adalah yang paling berpengaruh karena fitur-fiturnya lebih baik.

Mengutip libwww library, Mosaic disebut mendukung berbagai protokol internet seperti FTP, gopher, HTTP, telnet, NNTP, WAIS, Archie. Ini adalah browser pertama yang berdampak pada publik dan pada 1995 memiliki 55% pangsa penggunaan.

Pada pertengahan dekade 1990-an popularitas Mosaic berada di puncak, dengan dua tokoh kunci, yakni Marc Andreessen dan Jim Clark dari Silicon Graphics.

Setelah lulus dari University of Illinois, Andreessen dan Clark mendirikan Mosaic Communications Corporation pada 1994. Karena konflik dengan University of Illinois, mereka mengubah nama menjadi Netscape dan mengembangkan sebuah browser bernama Netscape Navigator 0.9.

Andreessen merupakan salah satu pengembang bersama browser Mosaic, dan ia tahu persis apa yang dibutuhkan di browser baru yang sedang dikembangkan. Konflik kecil ini populer disebut Perang Mossaic, yakni antara Mosaic dan Netscape.

Netscape didistribusikan secara bebas pada 1994, dan setahun setelahnya menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) yang sangat sukses. Dalam waktu yang sangat singkat, Netscape mengalahkan Mosaic dalam pangsa penggunaan browser.

Beberapa faktor yang membuat Netscape mampu memenangkan konflik kecil ini, antara lain:

  1. Pada Netscape Navigator, halaman web mulai menampilkan data saat data masih dimuat. Ini memiliki dampak besar pada pengguna.
  2. Memberikan dukungan email gratis pada waktu itu
  3. Sudah memiliki semua fitur browser Mosaic.

Pada akhir 1995, popularitas browser, yang semula dipegang Mosaic, diambil alih oleh Netscape. Keberadaan browser yang menarik banyak perhatian dari publik dan media, membuat Microsoft tertarik masuk, dan terlibat lebih jauh dalam kompetisi. Ini menjadi awal Perang Browser I.

Awal Mula Perang Browser I

Pada pertengahan dekade 1990-an, jika seseorang ingin menggunakan browser, orang tersebut harus pergi ke toko elektronik dan membelinya sendiri. Tidak ada browser yang disertakan dalam sistem operasi komputer, seperti saat ini.

Nah, Netscape adalah satu-satunya browser yang dominan saat itu, setelah memenangkan Perang Mosaic. Memiliki monopoli pada saat itu, Netscape menawarkan browser-nya secara gratis untuk pengguna non-komersial, tetapi meminta uang untuk lisensi.

Di saat yang sama, salah satu raksasa teknologi informasi Amerika Serikat (AS), Microsoft, selama bertahun-tahun telah mengabaikan pentingnya browser dan lebih banyak fokus pada pengembangan sistem operasi.

Namun, pendiri Microsoft, Bill Gates, menyadari bahwa browser akan membuat dampak besar di masa depan. Microsoft memang mendominasi pangsa penggunaan sistem operasi, dengan angka 90%.

Namun, Netscape mendominasi pangsa penggunaan browser, dengan pangsa 80%. Ini berarti, jika seseorang membeli komputer yang memiliki sistem operasi milik Microsoft, yaitu Windows, maka untuk bisa menggunakan browser, ia harus mendapatkannya secara terpisah.

Sebagai langkah awal masuk ke dunia browser, Microsoft kemudian mengirim para insinyurnya ke Netscape untuk mendiskusikan kemungkinan kerja sama antar keduanya. Namun, pembicaraan tersebut tidak berjalan baik, dan setelah beberapa waktu, kedua perusahaan sama sekali tidak berhubungan.

Popularitas Netscape semakin meningkat dan kemudian, tepat setelah 15 hari peluncuran IPO Netscape, Microsoft menyiapkan browser mereka sendiri, yang bernama Internet Explorer. Browser ini, dirilis untuk menantang dominasi Netscape di dunia browser.

Internet Explorer dikembangkan oleh tim kecil Microsoft, yang melisensikan kode mosaik spyglass, yang merupakan cabang dari kode yang ditulis oleh Andreessen.

Internet Explorer versi pertama ini tidak ada apa-apanya di depan Netscape, yang merupakan browser kelas dunia saat itu. Hanya sedikit kerusakan yang terjadi pada popularitas Netscape. Karena itu, orang-orang di dalam Netscape menganggap enteng rencana Microsoft masuk dalam pengembangan browser.

Namun, pada 7 Desember 1995, hari yang sama ketika Jepang menyerang Pearl Harbor dalam Perang Dunia II, Bill Gates mengadakan konferensi pers peluncuran Internet Explorer 2.0.

Niatnya jelas. Bill Gates tidak ingin sekadar memasuki pasar browser, ia ingin menguasainya.

Microsoft Mengobarkan Perang Terhadap Netscape

Keluarnya browser milik Microsoft untuk menantang dominasi Netscape, yakni Internet Explorer 2.0, segera diikuti dengan beberapa perubahan/perbaikan dalam waktu singkat. Di tahun-tahun setelahnya, kedua perusahaan mulai berperang secara terbuka.

Netscape atau Microsoft akan merilis perubahan kecil, yang kemudian direspons oleh salah satunya, dengan perubahan lain, sebagai tantangan. Kedua perusahaan merilis perubahan kecil setiap bulan. Perang berlangsung dengan kecepatan tinggi.

Eskalasi perang semakin sengit, ketika Netscape merilis versi ketiga browser-nya, Netscape 3.0, yang didukung javascript Netscape yang sangat berpengaruh. Ini termasuk tabel, warna latar belakang, atribut arsip, elemen applet, serta tag HTML baru seperti blink dan marquee.

Untuk melawan Netscape 3.0, Microsoft meluncurkan versi browser terbarunya, yakni Internet Explorer 3.0. Ini adalah pertama kalinya dalam kompetisi browser, Netscape menghadapi persaingan yang serius.

Internet Explorer 3.0 didukung dengan cascading style sheets (CSS), yang kemudian menjadi salah satu dari tiga teknologi inti browser. Ini mendukung multimedia inline, applet Java, kontrol ActiveX, dan sistem platform for internet content selection (PICS) untuk metadata konten.

Namun, Netscape tetap memenangkan awal-awal Perang Browser I, karena masih memegang 90% pangsa pasar penggunaan browser. Sementara Internet Explorer, meski menjadi pesaing yang serius, namun persentase pangsanya hanya naik sedikit.

Kekalahan di awal perang ini, tidak menyurutkan niat Microsoft untuk mendominasi pangsa pasar penggunaan browser. Tak lama dari kekalahan tersebut, Microsoft mengeluarkan strategi yang jitu, yang membalikkan keadaan.

Keadaan Berbalik, Microsoft Kian Mendominasi

Di awal-awal Perang Browser I, Netscape masih unggul, karena browser miliknya masih digunakan oleh mayoritas pengguna komputer di dunia. Ini mencakup penggunaan untuk tujuan komersial, dan non-komersial.

Namun, Microsoft tak kehabisan akal, dan mulai menyusun strategi untuk membalikkan keadaan. Strategi yang disusun secara matang ini, akhirnya diluncurkan pada 7 Oktober 1997, sewaktu rilis Internet Explorer 4.0.

Internet Explorer 4.0 membalikkan keadaan di sisi Microsoft. Pasalnya, Microsoft mengambil strategi mengintegrasikan browser dengan sistem operasinya, yakni Windows.

Ini mengubah peta Perang Browser I. Sebab, pengguna tidak perlu mendapatkan browser secara terpisah, karena browser sudah tersedia langsung di sistem operasi Windows.

Strategi ini tergolong jitu, sebab Microsoft sudah memegang 90% pangsa pasar penggunaan sistem operasi. Dengan diintegrasikannya Internet Explorer 4.0 dengan Windows, maka ini akan memudahkan pengguna, karena tidak perlu repot-repot lagi mengeluarkan uang untuk mendapatkan browser.

Berkat strategi ini, pangsa penggunaan Internet Explorer mulai meningkat pesat, sementara pengguna Netscape semakin menurun. Pada saat Internet Explorer 5.0 dirilis, Microsoft sudah menggegam lebih dari 60% pangsa pasar penggunaan browser.

Pada akhirnya Netscape tidak pernah pulih, dan akhirnya kalah dalam Perang Browser I pada 2001 ketika Internet Explorer 6.0 mencapai pangsa pasar pengguna sebanyak 90%.

Namun, bukan berarti strategi yang dijalankan Microsoft ini berjalan mulus. Pasalnya, strategi ini menyeret Microsoft dalam pertikaian dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) pada 1998.

Departemen Kehakiman AS dan Jaksa Agung dari 20 negara bagian dan Distrik Columbia menuntut Microsoft, karena merusak persaingan secara ilegal untuk melindungi dan memperluas monopoli perangkat lunaknya.

Departemen Kehakiman AS juga menggugat Microsoft karena memaksa pembuat komputer untuk memasukkan browser internetnya sebagai bagian dari instalasi perangkat lunak Windows.

Gugatan ini berakhir pada 2 November 2001, dimana Departemen Kehakiman AS mencapai kesepakatan dengan Microsoft untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Microsoft akhirnya diharuskan untuk berbagi pemrograman aplikasinya dengan perusahaan pihak ketiga dan menunjuk panel yang terdiri dari tiga orang yang akan memiliki akses penuh ke sistem, catatan, dan kode sumber Microsoft selama lima tahun untuk memastikan kepatuhan.

Keputusan ini tidak berpengaruh banyak pada hasil Perang Browser I, karena saat gugatan selesai, pangsa pasar penggunaan browser global telah berada dalam genggaman Microsoft.

Namun, kemenangan ini tak berlangsung lama. Sebab, di balik puing-puing kehancuran Netscape, muncul satu browser yang akan menantang dominasi Microsoft, bahkan mengalahkannya.